Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label iNFO WISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iNFO WISATA. Tampilkan semua postingan

315 Gua Karst Ada di Maratua

Written By iNFO BERAU on Selasa, 14 Agustus 2012 | 13.02

Dipresentasikan Mahasiswa KKN UGM - Pulau Maratua adalah Berlian yang baru muncul ke permukaan. Kini berlian itu tinggal diasah untuk dipercantik, sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Pernyataan itu disampaikan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, yang selama 1,5 bulan berada di pulau wisata tersebut.

Dari hasil penelurusan mahasiswa yang dipresentasikan di hadapan Pemerintah Kabupaten Berau, di ruang Kakaban Kantor Bupati, Senin (13/8) kemarin, diketahui Maratua ternyata tidak hanya mempesona dengan wisata bawah lautnya.

Tetapi daratan Maratua yang merupakan gugusan bebatuan karst menyimpan beribu pesona. Dari informasi yang berhasil dihimpun 20 mahasiswa KKN UGM, tercatat ada 315 gua karst, baik yang horisontal maupun gua vertikal.

“Karena waktu terbatas, Kami baru sempat menelusuri 7 gua dari 315 gua yang kami inventarisir dari informasi warga setempat,” ungkap Ikhya Udin Ghozali, selaku koordinator mahasiswa KKN UGM.

Dari sejumlah gua yang berhasil ditelusuri tersebut, diungkapkan Ikhya kalau gua-gua tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Di dalam gua banyak ditemukan penghuni gua yang sangat khas.

“Gua ini juga akan menjadi bank air, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air bersih di Maratua,” ucapnya.

Tidak hanya melakukan penelusuran objek wisata, mahasiswa KKN juga mengadakan beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat. Seperti membantu administrasi kampung, hingga mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Penelusuran potensi wisata Maratua ternyata tidak hanya dilakukan mahasiswa, tetapi 6 peneliti dariUGM juga mendukung penelitian. Bahkan, para peneliti UGM ini akan membuat film dokumenter tentang destinasi Maratua.

“Kita berharap apa yang kita berikan ini membantu pemerintah mempromosikan wisata Maratua,” ungkap Hendrie Adji Kusworo.

Sementara Bupati Berau Makmur HAPK, mengapresiasi program KKN yang dilaksanakan mahasiswa UGM.

Dikatakan Makmur,kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa UGM adalah KKN pertama, dengan memilih Pulau Maratua sebagai lokasi.

Pihaknya juga berterima kasih atas presentasi yang dilakukan. Dikatakan Makmur,pemerintah kabupaten banyak menerima informasi baru yang dapat ditindaklanjuti untuk pengembangan Maratua.

“Ini sangat baik dan baru pertama kali saya menerima presentasi mahasiswa KKN,” ungkapnya.

Makmur bahkan berharap program serupa dapat kembali dilakukan di beberapa daerah lain di Berau.

Pemkab, ditegaskan Makmur,akan mendukung penuh program yang mengarah kepada upaya menyukseskan visi dan misi pemerintah, terutama pengembangan ekowisata dan pemberdayaan masyarakat. “Kita akan dukung penuh. Saya instruksikan ke SKPD teknis untuk memberikan pendampingan penuh kepada mahasiswa KKN ini,” tandasnya. (hms4)

Telah Dibaca: Kali

Antisipasi Kunjungan Wisata Derawan

Usai Idulfitri, pulau Derawan menjadi salah satu pilihan warga untuk menikmati liburan. Bukan hanya warga dari Tanjung Redeb, namun banyak warga yang datang dengan menggunakan angkutan darat dari Malinau dan Bulungan.

Sedangkan wisatawan yang dari Tarakan, langsung menggunakan angkutan laut.

Menurut Camat Pulau Derawan Zulfikar, kunjungan tersebut memerlukan pengaturan khusus. Terutama penempatan kendaraan di Tanjung Batu.

Selain itu, penataan angkutan laut terutama kelengkapan alat keselamatan harus diperhatikan dan diawasi.

”Penumpang juga harus berani menegur, bila ditemukan speedboat tidak menyediakan alat keselamatan,” kata Zulfikar.

Khusus layanan selama berada di Pulau Derawan, ia juga sudah melakukan koordinasi dengan kepala kampung, agar memberikan pelayanan kepada seluruh pengunjung pulau.

Juga meminta kepada pengelola home stay maupun pemilik rumah makan, agar memberikan layanan yang baik. ”Jaga kualitas serta memberikan layanan yang baik kepada pengunjung harus utama,” tambahnya. (hms3/che)

Telah Dibaca: Kali

Sektor Pariwisata Harus Dikelola Optimal

Written By iNFO BERAU on Jumat, 10 Agustus 2012 | 12.44

Kabupaten Berau menyimpan potensi wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi para wisatawan, baik itu mancanegara, nusantara, maupun wisatawan lokal. Hanya saja, pengelolaan wisata tersebut belum juga tergarap secara optimal.

“Sektor pariwisata di daerah ini belum sepenuhnya digarap secara optimal. Sehingga banyak potensi-potensi wisata yang seharusnya mampu menarik wisatawan untuk berkunjung tapi tidak bisa,” kata ketua DPRD Berau ini beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, selain objek wisata bahari yang ada di Pulau Derawan dan pulau lainnya, masih ada objek wisata yang tak kalah menariknya. Seperti pemandian air panas di Kecamatan Biatan, Hutan Tangap di Kecamatan Teluk Bayur dan objek-objek wisata lainnya yang ada di kecamatan pesisir.

Elita pun menilai, selama ini pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Berau hanya terfokus mengelola wisata yang ada di daerah kepulauan.

“Kita perhatikan, pengelolaan pariwisata hanya terfokus di Pulau Derawan dan pulau-pulau lainnya. Padahal banyak yang bisa dioptimalkan untuk menarik wisatawan khususnya wisatawan lokal,” katanya.

Seharusnya, objek wisata yang lokasinya berada di dekat perkotaan, seperti Hutan Tangap juga mampu dikelola oleh Dinas Pariwisata. Sebab, lanjutnya, tidak semua masyarakat lokal mampu mengunjungi wisata yang lokasinya jauh dari kota seperti Pulau Derawan.

Selain pengelolaan, promosi juga tak kalah penting untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Berau. “Tapi jangan juga hanya mengedepankan program promosi, sambil promosi pembenahan juga berjalan,” jelasnya.

“Jadi kalau sudah dikenal, tinggal bagaimana kita mengelola agar keindahan wisata tetap terjaga, misalnya menjaga kebersihan lingkungannya,” sambungnya.

Selain itu kata politisi Partai Golkar ini, instansi terkait juga harus melengkapi fasilitas pendukung, misalnya dengan menyiapkan transportasi khusus agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

“Karena kepuasan pengunjung harus diutamakan, hal inilah yang akan menjadi modal kita dalam mempromosikan sektor pariwisata di Berau,” imbuhnya.(adv/che)

Telah Dibaca: Kali

Keindahan Pulau Maratua 'Derawan'

Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia. Pulau Maratua ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur. Pulau berbentuk kecil panjang dan lengkung tajam ini berada di sebelah selatan dari Kota Tarakan dengan koordinat 2° 15′12″ LU, 118° 38′41″ BT (di bagian batas luarnya). Di pulau ini terdapat Danau Haji Buang dan Danau Tanah Bamban.


Pulau Maratua dan Derawan adalah Tujuan Turis Mancanegara setelah Raja Ampat Papua, Maratua Derawan Borneo. Pemandangan alam pulau ini sangatlah indah, tidak heran menjadi lokasi Favorite Wisatawan asing dan domestik. Dan disini merupakan lokasi penyu hijau yang terbanyak di Indonesia





Pulau Derawan terletak di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Satuan morfologi Pulau Derawan adalah dataran pantai bertopografi datar. Pantai pasir memiliki kemiringan lereng



Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam(diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), gurita(bluering octopus),nudibranchs, kuda laut (seahorses), belut pita (ribbon eels) danikan skorpion (scorpionfishes).


Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall" karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).





Telah Dibaca: Kali

Dewan Ingatkan Pemerintah Provinsi - Rencana Berau Sebagai Tujuan Sail

Written By iNFO BERAU on Kamis, 09 Agustus 2012 | 13.14

Peringatan kembali dilontarkan Haji Sa’ga, Wakil Ketua DPRD Berau, terhadap rencana penyelenggaraan Sail Derawan 2013. Sebuah event berlayar skala internasional yang direncanakan terpusat di Berau.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta pemerintah provinsi bertindak cepat terhadap rencana penyelenggaraan event internasional tersebut. Sebab, Berau yang merupakan tuan rumah pun harus mempersiapkan diri sedini mungkin.

Apalagi untuk menyukseskan Sail Derawan, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Pemerintah daerah pun, kata Sa’ga, mempunyai beban untuk menyukseskan penyelenggaraan Sail Derawan.

Seperti dukungan anggaran, harus ada kepastian bahwa event yang juga biasa disebut International Ocean Yacht Rally itu akan dilaksanakan tahun depan.

Pasalnya, kata Sa’ga, untuk memberi dukungan anggaran harus melalui proses pembahasan.

“Kalau sampai sekarang belum ada kepastian. Bagaimana pemerintah daerah mau memberikan dukungan anggaran,” katanya, ketika ditemui di sela-sela kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Mari Elka Pangestu di Pulau Derawan, Senin (16/7).

Karena itulah dirinya kembali mengingatkan pemerintah provinsi untuk lebih proaktif melengkapi persyaratan-persyaratan yang masih kurang.

Seperti diketahui, destinasi wisata bahari Berau belum terdaftar di Internasional Ocean Yacht Rally.

Sementara Internasional Ocean Yacht Rally merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar Berau masuk dalam agenda berlayar tersebut, dan ditunjuk sebagai salah satu daerah yang disinggahi peserta sail internasional.

“Jadi, persyaratan itu harus segera dilengkapi. Jangan sampai Sail Derawan hanya sekadar gaung,” tekannya.

Dikatakannya, Berau sangat siap menyambut kegiatan bahari bertaraf internasional itu. Apalagi event berlayar tersebut diyakininya berdampak pada perekonomian masyarakat di Pulau Derawan dan dalam pelaksanaannya pun dapat sambil mengenalkan potensi wisata bahari Berau kepada dunia internasional.

Karena itulah dirinya tidak ingin Sail Derawan yang saat ini sudah sering didengungkan pemerintah provinsi batal dilaksanakan lantaran berbagai ketidaksiapan.

Apalagi Pemkab Berau, kata Saga, sangat antusias dengan pelaksanaan Sail Derawan, begitu pula dengan warga Berau yang menginginkan adanya event bahari bertaraf internasional itu.

“Jangan sampai upaya pemerintah daerah mempersiapkan diri jadi sia-sia. Makanya pemerintah provinsi harus lebih proaktif melengkapi kekurangan-kekurangan,” harapnya. (adv/che)

Telah Dibaca: Kali

Keindahan di Pulau Derawan


Pulau Derawan merupakan pulau dengan permukaan air laut berwarnagradasi biru dan hijau memukau, hamparan pasir nan lembut, barisan pohonkelapa di pesisir pantai, dengan hutan kecil di tengah-tengah pulau yang merupakanhabitat dari bermacam jenis tumbuhan dan hewan serta keindahan alam bawah lautyang mempesona.

Tidak heran apabila pulau ini bisa menempati urutan ketiga teratas sebagai tempattujuan menyelam bertaraf dunia, dan menjadikan pulau ini sebagai pulau impian bagipara penyelam.

Pasalnya, para wisatawan dapat menyelam dan melihat keindahan pemandanganbawah laut. Banyak kehidupan laut seperti kura-kura, kura-kura lobster, dan ikanyang dapat membuat pengunjung terkejut dengan keindahannya.

Untuk mencapai Kepulauan Derawan Anda harus mengambil penerbangan keBalikpapan kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Tanjung Redep.

Setiba di Tanjung Redep dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju tempatpenyebrangan Tanjung Batu. Dari Tanjung Batu Kepulauan Derawan dapat dicapaidengan menggunakan speedboat.

Para wisatawan tidak akan kesulitan untuk pergi ke Pulau Derawan, karenabanyaknya angkutan umum yang menyediakan layanan antarjemput ke PulauDerawan.

Nah, bagi Anda yang hendak menginap, Kepulauan Derawan menyediakan berbagaipenginapan sangat nyaman. Dengan berbagai pilihan seperti bungalo danhomestay yang memanfaatkan kamar-kamar di rumah penduduk lokal. [mor]


JW Player goes here


Sumber Video aneuaja
Sumber Video liputan6
Telah Dibaca: Kali

Kepulauan Derawan masuk 7 Surga Tersembunyi Di Indonesia - On The Spot Trans 7

Written By iNFO BERAU on Selasa, 07 Agustus 2012 | 14.38

Mengetahui berbagai informasi yang unik dari berbagai belahan dunia memang menjadi daya tarik tersendiri. Inilah yang disuguhkan oleh program On The Spot. On The Spot adalah program informatif yang menayangkan berbagai hal unik yang terkadang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya dengan disertai penjelasan ringan. Cuplikan-cuplikan hal terunik tersebut diurutkan dalam segmen 7 hal versi On The Spot. dan salah satunya adalah 7 Surga Tersembunyi Di Indonesia dan Kepulauan Derawan masuk dalam salah satu dari 7 tempat tersebut. Berikut adalah 7 Surga Tersembunyi Di Indonesia:
  1. Raja Ampat - Papua Barat,
  2. Kepulauan Derawan - Kalimantan Timur,
  3. Desa Sawarna - Banten,
  4. Goa Gong - Pacitan,
  5. Pantai Kuta - Lombok,
  6. Pulau Banda - Maluku,
  7. Pulau Kanawa - Nusa Tenggara Timur.



Telah Dibaca: Kali

Pulau Sangalaki

Written By iNFO BERAU on Senin, 06 Agustus 2012 | 15.22

Pulau Sangalaki mempunyai luas 15,9 hektare, terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Memiliki satuan morfologi dataran pantai yang datar. Pulau ini memiliki lagon dangkal berdasar pasir dan ditumbuhi oleh karang dan lamun.

Pantai pasir memiliki lebar 12-15 meter dengan kelerengan antara 6°-11° dengan material penyusun pantai berupa fragmen karang dan dominan berukuran butir pasir kasar. Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving). Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, yang terkenal adalah ikan pari manta.

Ikan pari manta biasa berkelompok di perairan pulau ini dan dapat berkumpul hingga 20 ekor pari pada saat terang bulan. Mereka menuju ke pulau ini untuk mencari makan berupa bermacam-macam jenis plankton yang banyak terdapat di perairan ini.








Para penyelam dari seluruh dunia menamai beberapa titik penyelaman favorit pada kawasan ini yaitu (lihat gambar):


Telah Dibaca: Kali

Utamakan Keamanan Wisatawan Pulau Derawan Siap Sambut Libur Lebaran

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengunjung ke objek wisata Pulau Derawan diprediksi mengalami peningkatan pada libur lebaran mendatang. Tidak hanya yang berasal dari Berau, Derawan menjadi tempat rekreasi keluarga dari beberapa daerah sekitar Berau, seperti dari Bulungan, Tarakan, Malinau, bahkan dari Muara Wahau Kutai Timur. Prediksi peningkatan jumlah kunjungan itu terlihat dari pemesan kamar di H+2 lebaran Idulfitri.

Camat Pulau Derawan Zulfikar kepada media ini mengungkapkan bahwa Derawan masih menjadi pilihan sebagai kawasan wisata. Tidak hanya resort dan penginapan yang menjadi akomodasi bagi pengunjung. Tetapi rumah-rumah penduduk yang menjadi home stay juga sudah ada yang dipesan calon pengunjung. “Kita memang prediksikan ada peningkatan, seperti tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam kesiapan menyambut libur lebaran tersebut, Zulfikar mengutakaman kenyamanan kepada pengunjung. Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti dengan jajaran Polsek Pulau Derawan, yang akan membangun pos pengamanan di dermaga Tanjung Batu.

Kecamatan juga terus berupaya memberikan sosialisasi serupa kepada pengusaha speed boat yang menjadi sarana transportasi wisatawan dari Tanjung Batu ke Pulau Derawan. “Kita tetap ingatkan pemilikspeed boat untuk lebih memperhatikan apsek keselamatan. Seperti menyediakan pelampung bagi penumpang,” jelasnya.

Sosialisasi kepada masyarakat di Pulau Derawan, terkait pengendalian lingkungan dan pelayanan wisatawan, dikatakan Zulfikar juga terus dilakukannya. Terlebih saat ini Derawan telah ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai kawasan desa wisata. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam menjalankan program pengembangan Derawan. “Kita selalu gandeng masyarakat, karena program pengembangan wisata Derawan adalah wisata berbasis masyarakat,” tandasnya.(hms4/tom)

Telah Dibaca: Kali

Belum Ada SK 4 Menteri dan Kepres - Sail Derawan 2013

Written By iNFO BERAU on Sabtu, 04 Agustus 2012 | 12.09


Anggota DPRD Berau yang juga ketua DPC Partai Demokrat Berau Anwar mengatakan, upaya Pemprov Kaltim maupun Pemkab Berau untuk melaksanakan Sail Derawan 2013, terlalu dipaksakan untuk tujuan politis. Bukan untuk peningkatan potensi ekonomi pariwisata serta masyarakat setempat. ”Saya menilai upaya pemprov maupun Pemkab yang menggebu-gebu untuk melaksanakan Sail Derawan 2013 sangat dipaksakan Awang Faroek untuk tujuan Pilgub (Pemilihan Gubernur) 2013,” ujarnya.
Belum Ada SK 4 Menteri dan Kepres
Sail Derawan Dipaksakan untuk Kepentingan Pilgub 2013
Menurut Anwar, jika Sail Derawan 2013 tetap dipaksakan, pemkab maupun pemprov harus menggelontorkan anggaran yang mencapai Rp 50 miliar – Rp 60 miliar untuk persiapan infrastruktur pelaksanaan Sail Derawan yang akan melibatkan lima kementerian yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Perikanan dan Kelautan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kimpraswil, serta Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Lebih lanjut Anwar mengatakan, jika Sail Derawan itu dipaksakan pada 2013, pemkab maupun pemprov yang akan menanggung seluruh anggaran. Mulai persiapan sarana pendukung dan infrastruktur sampai pada biaya penyelenggaraan Sail Derawan tersebut. Sebab, sampai saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) dari 4 Menteri, terlebih belum adanya Kepetusan Presiden (Kepres) RI yang menunjuk dan menetapkan bahwa pelaksanaan Sail di Derawan.”Tanpa SK 4 Menteri dan Kepres, seluruh biaya yang muncul dalam pelaksanaan ditanggung APBD Berau dan APBD Provinsi. Karena pemerintah pusat tidak bisa mengeluarkan anggaran sebab SK maupun Kepres belum ada,” katanya.

Menurutnya, Sail Derawan versi pemerintah pusat sampai sekarang masih mengawang-awang. Hanya gubernur saja yang terlalu memaksakan dan tidak melalui prosedur yang sebenarnya. Sehingga hasilnya juga tidak maksimal dan bisa disebut hanya sail-sailan semata.

Ia menyarankan, supaya lebih maksimal dan semuanya dapat berjalan sesuai prosedur pelaksanaan Sail, diundur hingga 2015 mendatang.”Jika kita ingin persiapan lebih matang dan tidak mengutik-utik lagi APBD. APBD kita cukup untuk membangun semua infrastruktur jalan dan sebagainya, ketimbang membiayai Sail Derawan,” ujarnya.(zis/kpnn/waz)

Telah Dibaca: Kali

Belum Dipakai, Kapal Pariwisata Ambruk

Written By iNFO BERAU on Jumat, 03 Agustus 2012 | 16.38



Kapal pariwisata senilai Rp 390 juta yang diadakan Pemkab Berau melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada APBD Berau 2010, hancur sebelum digunakan.

Proyek Rp 390 Juta Terjun Bebas

Kapal pariwisata yang rencananya dijadikan sebagai sarana transportasi bagi wisatawan lokal tersebut diproyekkan pada 2010, dan selesai dikerjakan dalam tahun itu juga. Sayangnya hingga kini belum dapat dipergunakan, sebab bodi kapal hancur.

Kapal pariwisata yang berlapiskan cat kuning, warna khas Kabupaten Berau tersebut sempat dilabuhkan beberapa bulan di Dermaga Sambaliung. Saat itulah bagian dinding kapal sebelah kiri mulai rusak dan bolong termakan air. Supaya tidak terpantau dan disoroti masyarakat, dinding bagian kiri kapal yang terbuat dari kayu yang bolong-bolong itu ditambal menggunakan fiber dan selanjutnya dibawa ke Pulau Maratua untuk “disembunyikan” dari sorotan masyarakat. Hingga kini, kondisi kerusakan fisik kapal pariwisata itu semakin parah, dan masih dilabuhkan di dermaga Pulau Maratua.

Bupati Berau Makmur HAPK ketika dikonfirmasi, Kamis (2/8)

Mengatakan, kapal tersebut sempat digunakan sebentar tapi tidak lama kemudian sudah rusak.

”Kalau dikatakan APBD terjun bebas, kayaknya tidak juga. Sebab kapal tersebut sempat digunakan, tetapi tidak lama karena langsung rusak,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berau, Rohaini mengatakan, Pemerintah Kecamatan Maratua berencana memperbaiki kapal tersebut. Rencana maupun anggaran perbaikannya baru akan diajukan ke bupati. Berapa perkiraan anggaran perbaikannya, Rohaini belum tahu, tergantung bagaimana perencanaannya.

Sesuai pantauan wartawan, sejak selesai dikerjakan dan diserahkan ke Pemkab Berau melalui Dinas Pariwisata, kapal tidak pernah digunakan, kecuali pada saat dipindahkan dari Dermaga Sambaliung ke Pulau Maratua. (zis/kpnn/ms) kaltimpost.co.id

Telah Dibaca: Kali

Pesona Keunikan Dan Keindahan Pulau Kakaban


Danau Kakaban, adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Secara administratif, Danau Kakaban termasuk wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.


Biota dalam Danau
Karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, air danau ini kemudian menjadi lebih tawar dibandingkan laut yang ada di sekitarnya. Perubahan ini berdampak juga pada adaptasi fauna laut yang ada di dalam danau itu. Ubur-ubur misalnya, karena terbatasnya makanan, akhirnya beradaptasi dengan melakukan simbiose mutualistis dengan algae. Algae adalah penghasil makanan dan harus memasak makanan dengan bantuan sinar matahari.

Selama ribuan tahun danau di tengah laut ini tentu saja menciptakan suatu ekosistem tersendiri yang sangat unik.

Danau unik ini memiliki empat jenis ubur-ubur, salah satunya adalah ubur-ubur jenis Cassiopea.

Cerita simbiosis ini sangat menarik. Ubur-ubur Pulau Kakaban, menempatkan algae pada bagian kakinya, karena ganggang berkepentingan untuk mendapatkan matahari sebagai sarana melakukan fotosistesa, sang ubur-ubur akhirnya berjalan terbalik, dengan kaki ke atas dan kepala ke bawah. Cara berjalan yang unik inilah yang menarik para ilmuwan dan penyelam untuk mengetahui evolusi terhadap fauna laut yang akhirnya berperilaku aneh demi mempertahankan hidup mereka. Catatan para penyelam juga memberikan gambaran, hewan-hewan yang ada di danau ini mempunyai cahaya lebih berwarna warni ketika hari semakin gelap. Diduga, pada danau ini banyak akan dijumpai jenis-jenis baru. Dan ubur ubur di pulau kakaban ini tidak memiliki sengat seperti kebanyakan ubur ubur yg lainnya.
Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di tengahnya.

Selain itu di pinggiran pantainya juga tumbuh hutan bakau, yang dihuni oleh banyak jenis kepiting, teripang, dan ular laut. Banyak sekali jenis-jenis hewan yang belum diidentifikasi di kawasan ini. Dr. Thomas Tomascik, seorang ahli kelautan berkebangsaan Kanada, mengatakan Pulau Kakaban merupakan surga kekayaan biologi yang ada di Indonesia. Misteri bagaimana hewan dan tumbuhan yang terisolasi dalam danau ini merupakan salah satu obyek yang sangat diminati oleh ilmuwan untuk diungkap. Karena itu laut ini memang pantas menjadi obyek konsevasi alam yang harusnya dilindungi dan dilestarikan.

Salah satu ungkapan yang menarik, bagaimana misalnya ada hewan-hewan laut yang sekarang tetap saja survive padahal kesadahan air di dalamnya sudah berubah total.

Pulau Kakaban dalam bahasa daerah adalah pulau yang "memeluk"'. Jadi Pulau Kakaban artinya "sebuah pulau yang memeluk danau", termasuk di dalamnya adalah flora dan faunanya yang penuh keunikan.


Sumber Artikel
Sumber Gambar
Sumber Video
Telah Dibaca: Kali

Persiapan Hari Kemerdekaan Dimantapkan

Written By iNFO BERAU on Kamis, 02 Agustus 2012 | 14.44




Kendati bersamaan dengan ibadah puasa Ramadan, namun agenda Hari Kemerdekaan tahun ini tetap berjalan seperti tahun sebelumnya. Puncak HUT Republik Indonesia 17 Agustus mendatang ditandai dengan upacara pengibaran bendera merah putih dan peringatan detik-detik proklamasi.

Untuk memantapkan kegiatan, panitia mulai melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya adalah penyerahan tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Dinas Pendidikan kepada panitia HUT RI.

Paskibra yang berjumlah 33 orang yang berasal dari seluruh sekolah tingkat atas (SMA) se-Kabupaten Berau ini diterima Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Berau Anwar di Tribun Lapangan Pemuda, Rabu (1/8). Selanjutnya pasukan pengibar diserahkan kepada pelatih yang dilibatkan dari Kodim 0902/Tanjung Redeb maupun dari Polres Berau. Direncanakan mulai hari ini (2/8), anggota paskibra akan latihan bersama pasukan 45 yang berasal dari Batalyon Armed Buritkang.

Kepada anggota Paskibra, Anwar mengingatkan agar berlatih secara sungguh-sungguh. Sebab, bertugas sebagai anggota Paskibra merupakan suatu kebanggaan. “Jangan sia-siakan latihan yang sudah dijalani hingga terpilih jadi paskibra. Terus berlatih agar tampil terbaik saat puncak HUT RI nanti,”ungkapnya.

Tidak hanya menerima dan memberikan arahan kepada pasukan pengibar, Anwar juga meninjau lokasi tempat pelaksanaan upacara. Mantan kepala Dinas Pariwisata itu meminta Lapangan Pemuda dibenahi dan dipercantik sebelum pelaksanaan HUT RI. Ia juga ingin pedagang di sekitar lapangan untuk ditertibkan.

“Saya minta instansi teknis terkait untuk terlibat langsung mempercantik tribun lapangan pemuda ini,”tandasnya. Tidak hanya upacara pengibaran bendera, dalam rangkaian HUT RI juga diadakan pengukuhan Paskibra, ziarah makam pahlawan dan ramah tamah dengan para veteran. (hms4/tom) kaltimpost.co.id

Telah Dibaca: Kali

Disbudpar, Terima Kasih Warga Pesisir

Written By iNFO BERAU on Senin, 23 Juli 2012 | 16.37


Jadi Desa Wisata, Derawan-Maratua Akan Berkembang
TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Rohaini, mengaku bangga atas apresiasi masyarakat di Pulau Derawan dan Maratua, yang telah memberikan pelayanan maksimal selama kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu di pulau wisata tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih untuk warga pesisir yang telah memberikan perhatian lebih selama kunjungan di Derawan dan Maratua,” ungkapnya.
Kehadiran menteri di kawasan objek wisata bahari itu, dikatakan Rohaini, akan berdampak besar, terlebih Derawan dan Maratua ditetapkan sebagai desa wisata. Kehidupan masyarakat di dua pulau wisata itu pun menjadi perhatian rombongan yang berkunjung dan menjadi nilai tambah bagi Berau.
“Ibu menteri juga menyampaikan salut atas masyarakat yang berhasil menjaga lingkungan kampung yang bersih,” ungkapnya.
Ucapan terima juga sampaikan Rohaini kepada seluruh stakeholder yang selama ini memberikan support dan pendampingan kepada Disbudpar Berau dalam pengembangan dan promosi kawasan wisata.
Tidak hanya kepada instansi lain di lingkungan Pemkab Berau, tetapi juga kepada seluruh perusahaan swasta yag berperan dalam promosi objek wisata ini. Ia yakin target Kemenparekraf dan Pemkab Berau untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara hingga 2 kali lipat aklan tercapai.
“Kita optimistis target itu akan tercapai, atas dukungan seluruh pihak dalam pengembangan wisata ini,” pungkasnya. (hms4/ha) kaltimpost.co.id

Hari Ini Garbarata Mulai Dipasang

Written By iNFO BERAU on Selasa, 17 Juli 2012 | 17.31



TANJUNG REDEB - Setelah menunggu beberapa bulan, garbarata (telescopic gangway) unit II sebagai pelengkap fasilitasterminal baru Bandar Udara (Bandara) Kalimarau, tiba Minggu (15/7) kemarin. Garbarata inidipasangmulai Senin (16/7) hari ini.  Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo)Berau, Fahmi Rizani, Minggu (15/7).

Fahmi menjelaskan,  garbarata itusama dengan garbarata unit I yang lebih dulu dipasang. Pemasangan garbarata unit II itu seharusnya bisa langsung dilakukan setelah dibongkar dari kapal yang mengangkutnya. Namun karena bertepatan dengan kedatangan Menteri Pariwisata danEkonomi Kreatif, pemasangan ditunda satu hari.

“Tidak membutuhkan waktu lama untuk memasang. Setelah diposisinya, ditargetkan satu minggu selesai,” jelasnya.Garabarata jelas Fahmi, salah satu komponen penting dalam pelayanan penerbangan. Alat itumemudahkan penumpang naik dan turun dari pesawat, dimana penumpang tidak lagi terganggu olehhujan, maupun tiupan mesin pesawat.

Bandara Kalimarau katanya,satu-satunya bandara di Kaltim, bahkan di Pulau Kalimantan yang dilengkapi lorong menuju kabin pesawat tersebut. Bahkan untuk bandara ditingkat kabupaten,baru Bandara Kalimarau yang memiliki garbarata. “Ini menjadi kebanggaan kita, karena bandara kita satu-satunya yang dilengkapi garbarata,” jelasnya.

Bilapemasangan garbarata unit II iniselesai, maka pengoperasian terminal baru Bandara Kalimarau sudah bisa dilaksanakan. Rencana soft opening terus tertunda katanya,salah satunya karena belum datangnya garbarata ini. “Sebelumnyadikhawatirkan pemasangan garbarata akan mengganggu aktivitas di bandara, bilalebih dulu dioperasikan,” tandasnya.

Sementara proses pembangunan tahap kedua lainnya, kata Fahmi masih tetap berjalan. Seperti pembangunan terminal internasional, gedung kargo, hingga pembangunan lapangan parkir dan pintu gerbang. “Kegiatan ini tidak mengganggu aktivitas penerbangan sehingga pembangunan masih bisa berjalan,” ujarnya. (hms4/ran)


Dubes Jepang Penasaran Potensi Wisata Bahari


SEPEKAN ini, jajaran Pemkab Berau kedatangan tamu istimewa yang penasaran dengan potensi wisata bahari. Berau kedatangan Bupati Bungo, Provinsi Jambi, Sudirman Zaini yang mengunjungi kepulauan Derawan. Juga kedatangan kepala Pengadilan Tinggi Kaltim Suryadarma Belo.
Yang istimewa, juga mendapat kunjungan dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori bersama istri Etsuko Katori, serta petinggi di lingkungan kedubes negara itu. Selama sehari penuh Dubes berkeliling empat pulau di perairan Berau, mulai Sangalaki, Kakaban, Maratua, dan Derawan.
Bahkan di Pulau Kakaban, Dubes berenang bersama ribuan ubur-ubur penghuni danau Kakaban.  “Saya banyak mendengar tentang Derawan dan saya penasaran. Makanya saya tertarik pergi kesini,” ungkap Yoshinori.
Berau memang kaya potensi wisata alam. Selain wisata alam, potensi seni dan budaya juga sangat beragam. Seperti pesta adat masyarakat Kampung Long Laai Kecamatan Segah, yang mempertahankan tradisi Seni Budaya Hudoq, Bejiak, dan Klang Kwung.
Potensi pertanian juga berlimpah. Seperti kegiatan panen raya jagung yang dilakukan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan, dalam kunjungan kerjanya. (hms4/ran)

Menparekraf Akui Derawan Sudah Dikenal


Menparekraf Disambut Upacara Adat
kaltimpost.co.id - TANJUNG REDEB - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu tiba di Bandara Kalimarau dengan menumpang pesawat Trigana, Minggu (15/7) kemarin sekitar pukul 16.30 Wita. Rombongan disambut Bupati Berau Makmur HAPK dan Wabup Ahmad Rifai didampingi istri.
Kedatangan Menparekraf memberikan nilai yang sangat besar bagi Berau, khususnya dalam pengembangan wisata bahari. Menteri yang datang bersama keluarga dan pejabat eselon I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, disambut dengan prosesi upacara adat di terminal baru Bandara Kalimarau.
Upacara adat yang berlangsung sekitar 10 menit itu, membuat wajah sang Menteri tersenyum. Bisa jadi, kedatangan pertama kalinya itu, juga memberikan kesan akrab dari Pemkab. Prosesi adat itu juga diberikan khusus kepada pejabat yang pertama kali tiba di Tanjung Redeb.
Dengan berjalan kaki dari apron bandara, Bupati Makmur sekaligus memperkenalkan terminal baru Bandara Kalimarau yang akan diresmikan beberapa minggu ke depan. Menurut Bupati, terminal itu bagian mendukung kemajuan pariwisata di daerah ini. Salah satu pendukung utama pariwisata katanya, adalah terminal bandara maupun frekuensi penerbangan.
Menteri juga berjalan kaki menaiki anak tangga menuju garbarata hingga ke ruang utama terminal. Di ruang tunggu, rombongan disambut Tarian Selamat Datang. Sambil beristirahat dan menikmati sajian sederhana berupa singkong goreng dan soto ayam, Bupati memperkenalkan wisata bahari dan keindahan bawah laut melalui layar televisi, yaitu di pulau Kakaban, Maratua, dan Sangalaki.
Menyaksikan tayangan itu, Menteri menyampaikan kepada Bupati, bahwa pulau Derawan dan pulau-pulau lainnya di Berau, bagi komunitas penyelam di tanah air maupun dunia sudah sangat dikenal dan mengakui keindahannya. ”Tinggal bagaimana menjelaskan kepada mereka akses menuju pulau tersebut,”kata Mari.
Mendengar ungkapanitu, Bupati mengaku bersyukur dengan kehadiran Menteri yang juga akan menjelajahi keindahan bawah laut tersebut. ”Kehadiran Bu Menteri, akan menjadi nilai tambah bagi kami dalam memperkenalkan keindahan bawah laut dan wisata bahari di daerah kami,” kata Makmur. (hms2/ran)

Camat Derawan akan Buat Perkam


Radartarakan TANJUNG REDEB - Ditetapkannya Pulau Derawan bersama Pulau Maratua sebagai Desa Wisata bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Berau, terutama masyarakat di dua pulau itu. Tapi menjadi langkah awal untuk melakukan perubahan.

Seperti diutarakan Camat Derawan Zulfikar, ditetapkannya Pulau Derawan sebagai Desa Wisata serta masuk 15 destinasi wisata nasional yang akan dikembangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi tantangan bagi pihaknya untuk mengubah pola pikir masyarakat.

Sebagai langkah awal, kata Zulfikar, dirinya akan mengajak masyarakat di Pulau Derawan untuk berbenah serta mempertahankan simbol sebagai daerah wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri.

“Saya juga akan mengajak masyarakat di sini (Pulau Derawan) untuk menjaga kebersihan seperti dicanangkan ibu menteri (Mari Elka Pangestu),” kata Zulfikar kemarin (16/7).

Tak hanya itu, Pulau Derawan yang merupakan salah satu obyek wisata andalan Berau, juga harus mempunyai suvenir khas yang dapat dibawa sebagai buah tangan oleh wisatawan. Karena itu, kata Zulfikar, dirinya akan meningkatkan kerajinan rumah tangga warga Pulau Derawan. “Kami juga akan membuat peraturan kampung (Perkam),” sebutnya.

Di Perkam itu nantinya, tidak hanya mengatur soal kebersihan serta sanksi-sanksi. Menurut Zulfikar, di Perkam pun akan memuat peraturan untuk wisatawan yang berkunjung ke Pulau Derawan.

Ia juga mengaku sedang mewacanakan program air minum untuk wisatawan. Jika program itu terealisasi, kata dia, air minum untuk wisatawan ditempatkan di beberapa titik yang mudah dijangkau.

Wisawatan tidak lagi harus membeli air kemasan di warung-warung atau toko di pulau itu berulang-ulang. Tapi cukup membeli air minum yang telah disediakan. Itu salah satu upaya pihaknya menekan volume sampah di Pulau Derawan.

Ditegaskan Zulfikar, program air minum untuk wisatawan itu tidak akan berpengaruh terhadap usaha warga. Sebab, untuk menjual air minum tersebut akan melibatkan warga setempat. “Masyarakat di sini (Pulau Derawan) yang mengelolanya,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Berau Haji Sa’ga menambahkan, dengan ditetapkannya Pulau Derawan dan Pulau Maratua sebagai Desa Wisata, Dinas Pariwisata Berau harus segera menyusun program. “Kalau anggaran kami dukung,” ujar pria yang juga berasal dari Pulau Derawan itu.

Meskipun saat ini pemerintah daerah telah melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat dalam pengelolaan obyek wisata, Sa’ga kembali mengingatkan agar cara seperti itu harus terus dilakukan.

Ia juga meminta Dinas Pariwisata untuk memberi pengetahuan ke masyarakat. Seperti bagaimana mengelola penginapan yang baik dan ramah terhadap wisatawan. Pasalnya, kata dia, hal-hal seperti itu ikut memengaruhi keinginan wisatawan berkunjung ke Pulau Derawan untuk kesekian kalinya.

Sa’ga juga mengingatkan Dinas Pariwisata untuk mendukung masalah pengelolaan sampah. Karena selama ini ia melihat sampah-sampah rumah tangga atau sampah di Pulau Derawan hanya sekadar dikumpulkan. “Kami berharap Dinas Pariwisata punya program pengelolaan sampah,” ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan itu. (end)

Derawan dan Maratua Jadi Desa Wisata


Radartarakan TANJUNG REDEB – Pulau Derawan dan Pulau Maratua resmi ditetapkan sebagai ‘Desa Wisata’ oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu kemarin (16/7).

Tidak hanya itu, Berau yang terkenal dengan obyek wisata baharinya, juga masuk dalam 15 destinasi wisata yang akan dikembangkan dan terintegrasi dengan obyek wisata lain di Indonesia.

Bahkan menteri berdarah Tionghoa itu menyebutkan, ada alokasi anggaran untuk mendukung pengembangan obyek wisata bahari Berau.

Alokasi anggaran itu salah satunya untuk melakukan promosi.

“Seperti membuat even internasional. Misalnya lomba foto underwater yang melibatkan peserta dari luar negeri,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Pulau Derawan.

Ia juga menyebut penyelenggaraan Sail atau International Ocean Yacht Rally merupakan salah satu upaya mengangkat kepariwisataan. Karena peserta Sail banyak berasal dari negara Eropa.

Dirinya mendukung upaya penyelenggaraan Sail Derawan yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2013.

Bahkan menteri kelahiran Jakarta 23 Oktober 1956 ini menyatakan akan mempromosikan obyek wisata bahari Berau, seperti Pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Pulau Sangalaki.

“Di sini (Pulau Derawan dan sekitarnya) ada keunikan. Karena merupakan salah satu tempat berkembang biaknya penyu,” ujar peraih Bachelor dan Master of Economics di Australian National University.

Mari juga mengatakan, menuju ke obyek wisata bahari Berau sudah mudah.

Apalagi saat ini Bandara Kalimarau telah menjelma menjadi salah satu bandara di Kalimantan Timur yang dapat didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing.

Dengan pengembangan bandara seperti itu, diakuinya dapat meningkatkan aksesbilitas wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Karena itulah, kata dia, untuk pengembangan obyek wisata bahari Berau sebagai destinasi wisata nasional, perlu promosi yang gencar.

Apalagi pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan secara nasional naik dua kali lipat di tahun ini, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pada kesempatan kemarin, Mari juga memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau yang telah mengambil kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan obyek wisata.

Seperti kebijakan Pemerintah Kabupaten Berau yang menjadikan rumah-rumah warga di Pulau Derawan sebagai homestay untuk wisatawan.

Itupula yang menjadi tolok ukur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan Pulau Derawan dan Pulau Maratua sebagai Desa Wisata.

Karena pengembangan kepariwisataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau berbasis masyarakat.

“Saya sangat menghargai komitmen pemerintah daerah,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya Pulau Derawan dan Pulau Maratua sebagai Desa Wisata dan masuknya Berau dalam 15 destinasi wisata nasional yang akan dikembangkan, Mari berpesan agar masyarakat di dua pulau itu menjaga kebersihan dan mencegah terjadinya penangkapan ikan secara berlebihan atau overfishing.(end/ndy)

PARIWISATA BERAU

Written By iNFO BERAU on Senin, 16 Juli 2012 | 19.24

POTENSI SEKTOR PARIWISATA :
Pulau Derawan
Pulau Sangalaki
Pulau Kakaban (Danau Kakaban)


Dengan semakin banyaknya tempat wisata diharapkan selain mengangkat nama daerah itu sendiri juga bisa menyerap tenaga kerja. Selain itu kepariwisataan dimasa sekarang dan mendatang diharapkan menjadi sektor strategis dalam upaya pemulihan ekonomi negara akibat dari adanya krisis global yang terjadi. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, Kabupaten Berau memiliki potensi budaya dan pariwisata yang tak kalah menariknya dengan daerah tujuan wisata lain di Indonesia. Kekuatan wi­sata seperti obyek wisata laut dan pesisir dan buatan merupakan andalan daerah wisata Berau.

Untuk mendukung kawasan objek wisata laut telah diterbitkan Peraturan Bupati No. 31 tahun 2005 tentang Kawasan Konservasi Laut yang bertujuan untuk menyusun rencana pengelolaan dan pengembangan Zonasi, menyusun Bisnis Plan, mengembangkan mata pencaharian alternatif, mengembangkan konsep ekowisata berbasis penyu serta monitoring dan surveillance. Hal in semua diharapakan dapat memberikan dampak positif terhadap Wilayah Laut dan Pesisir yang terkenal sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki pantai dan panorama yang sangat indah serta mempunyai beberapa gugusan pulau seperti Pulau Sangalaki dan Pulau Kakaban yang merupakan wahan penelitian dunia.

Kabupaten Berau juga memiliki berbagai jenis obyek wisata lain diantaranya obyek wisata alam seperti air terjun, hutan lindung di Kecamatan Kelay dan Segah. Obyek wisata sejarah dan budaya di Kecamatan Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Sambaliung.

Sebagai obyek wisata andalan Kepulauan Derawan merupakan kawasan kepulauan yang sangat indah yang terdiri dari Pulau Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua, Semama, Pulau Panjang dan lain-lain. Dengan keindahan alam dan keindahan bawah laut yang dimiliki oleh obyek wisata Kepulauan Derawan diharapkan dapat membuat kenyamanan turis/pengunjung untuk dapat tinggal dan menkmati keindahan kawasan wisata ini. Di kepulauan ini juga terdapat berbagai fauna spesifik seperti Penyu Hijau, Penyu Sisik, lkan Pari Manta dll.

Khusus untuk kepulauan Kakaban yang menurut hasil peneliltian para ilmuan bidang kelautan yang masih mencoba memecahkan misteri yang ada didalamnya; bagaimana sebuah ekosistem danau yang terisolasi dan rentan dapat mencukupi kebutuhan komunitas hewan dan tumbuhan yang hidup didalamnya. Satu-satunya danau serupa Kakaban didunia ini hanya ada di Palau, sebuah negara kepulauan Mikronesia, 1000 km dari Timur Filipina.

Tempat Penyelaman Derawan terletak di Pulau Derawan di taut Sulawesi antara Kalimantan dan Sulawesi Pulau-­pulau besar lainnya di daerah itu adalah Sangalaki, Kakaban, Maratua, Samama, Panjang dan Rabu-rabu. Dikelilingi oleh pantai berpasir putih, firuzah dan air tran­quit dan sebuah batu karang tigaratus meter dari pantai sesudah kesempatan untuk menyelidiki bermil-mil batu karang warna-warni dan dinding-dinding yang dikerumuni dengan kehidupan taut yang ganjil. Penyu hijau adalah salah satu kehidupan taut yang bersahabat. Bermain dan menyelam di antara mereka di siang hari dan mengamati mereka bertelur di pantai Derawan di malam hari.
Pulau Derawan adalah bagi para penyelam dan pakar biologi kelautan untuk mengetahui fantasinya. Di sembilan tempat yang ditunjukkan di berbagai lapangan dari gua-gua, tebing-tebing, celah-celah karang berkeliaran padat dan beraneka ragam penyu hijau besar (Chelonia mydos), ikan hiu yang puncaknya putih, jenis harimau tutul dan jenis perawat, barakuda bersekolah (schooling banacudos), ikan bibir napoleon (weasses). ikan tinta, ikan bawal Spanyol, ikan matrus dan ikan kelelawar serta ikan-ikan penghias karang.

Entri Populer This Week

 
Support : Creating Website | iNFO BERAU
Copyright © 2011. iNFO BERAU - All Rights Reserved
Info yang ada di Blog Ini dikutip dari: