Headlines News :

Wacana Kapal Pelni Meredup

Written By iNFO BERAU on Rabu, 15 Agustus 2012 | 13.55



Pelabuhan laut di Tanjung Batu, Kecamatan Derawan yang ingin dijadikan pelabuhan penumpang kapal Pelni hanya sekadar wacana. Sebab, hingga saat ini tidak ada kepastian kapan wacana itu terealisasi.

Pihak-pihak terkait pun akhir-akhir ini terkesan adem ayem dengan wacana yang sudah bergulir sejak 2010 lalu itu. Padahal, proses untuk mengoptimalkan pelabuhan yang dibangun menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kaltim, sudah dilakukan.

Alat bantu navigasi atau rambu laut dan suar misalnya, sudah terpasang sejak tahun lalu. Survei dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pun sudah dilaksanakan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Berau dan PT Pelindo IV Makassar telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepakatan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Batu sekitar pertengahan 2011.

Salah satu keinginan dari penandatanganan MoU itu, Pelabuhan Tanjung Batu nantinya bisa menjadi pelabuhan penumpang yang disinggahi kapal Pelni atau pintu masuk kapal-kapal penumpang dari Tawau, Malaysia.

Wacana Pelabuhan Tanjung Batu disinggahi kapal Pelni, tidak hanya memberikan angin segar bagi masyarakat di Kampung Tanjung Batu, anggota dewan provinsi pun ramai-ramai memberikan dukungannya agar pelabuhan yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu dioptimalkan.

Sehingga pelabuhan dengan konstruksi beton itu tidak hanya sekadar menjadi tempat tambat kapal-kapal nelayan atau speedboat yang melayani rute Tanjung Batu ke sejumlah obyek wisata bahari Berau, seperti ke Pulau Derawan dan Maratua.

Tapi, semua wacana itu hanya menjadi angan-angan dengan tidak adanya tindaklanjut dari pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pihak lainnya. Itu pula yang menimbulkan tanda tanya bagi Burhan Bakran, anggota DPRD Berau.

Apalagi, ia juga mengetahui bahwa wacana menjadikan Pelabuhan Tanjung Batu sebagai pelabuhan khusus penumpang sudah sejak lama digembar-gemborkan. “Iya, bagaimana itu (wacana Pelabuhan Tanjung Batu disinggahi kapal Pelni)?,” ujarnya, saat ditemui di kantor bupati Berau kemarin (14/8).

Seharusnya, kata Burhan, keinginan menjadikan Pelabuhan Tanjung Batu sebagai pelabuhan khusus penumpang yang disinggahi kapal Pelni tidak hanya sekadar wacana. Pemerintah daerah, lanjut dia, harus mewujudkannya.

Jika keinginan mewujudkan Pelabuhan Tanjung Batu sebagai pelabuhan khusus penumpang yang disinggahi kapal Pelni karena terkendala anggaran, dirinya menyarankan pemerintah daerah segera mengusulkan anggarannya.

Dewan, kata Burhan, sangat mendukung upaya menjadikan Pelabuhan Tanjung Batu sebagai pelabuhan khusus penumpang. Pasalnya, ia juga menyadari dampak positif dari wacana tersebut. Perekonomian masyarakat di Tanjung Batu diyakininya berkembang pesat.

“Jadi, kalau yang berhubungan dengan teknis memerlukan anggaran, pemerintah daerah segera mengusulkannya. Jangan sampai keinginan itu hanya sebatas wacana saja,” ujarnya. (end)

Telah Dibaca: Kali

Lebaran, SPBU harus Tetap Buka

Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai mengingatkan agar pemilik SPBU tetap membuka layanan saat Lebaran Idulfitri nanti. Karena dirinya yakin saat lebaran banyak masyarakat yang memerlukan bahan bakar.

“SPBU itu merupakan pelayanan umum, jadi harus tetap buka,” kata Rifai kemarin (14/8).

Jika pemilik SPBU tidak melayani pembelian bahan bakar dengan alasan lebaran, pemerintah daerah, kata Rifai, akan mengambil sikap tegas. Tapi dirinya tidak membeberkan sikap tegas seperti apa yang diambil pemerintah daerah terhadap pemilik SPBU yang tidak membuka layanan saat lebaran nanti.

Dirinya hanya kembali menegaskan agar pemilik SPBU memberikan pelayanan maksimal saat lebaran. “Bukan hanya pemilik SPBU, rumah sakit dan puskesmas pun harus tetap membuka pelayanan saat lebaran nanti,” ujarnya.

Disamping itu, Rifai juga mengimbau agar penjual eceran premium bersubsidi tidak mengambil kesempatan dengan menjual premium diatas harga yang ditoleransi pemerintah daerah – harga eceran premium bersubsidi yang ditoleransi Rp 6.000 per liter.

“Kalau tidak menjual Rp 6.000 per liter saya minta Satpol PP menertibkan,” ancam Rifai.

Diwartakan harian ini sebelumnya, sejak pekan kemarin harga eceran premium bersubsidi tidak lagi Rp 6.000 per liter. Bahkan kemarin premium bersubsidi eceran dijual hingga Rp 15 ribu per liter.

“Kalau memang sudah seperti itu saya minta Satpol PP segera menertibkan. Karena itu akan berdampak pada masyarakat yang memerlukan,” kata Rifai.

Untuk stok BBM selama lebaran, Rifai memastikan aman. Karena Pertamina diakuinya telah meminta Pemkab Berau untuk mengirim surat penambahan stok lebaran. “Kami sudah sampaikan suratnya, mungkin dalam proses,” ujar Rifai.(end)

Telah Dibaca: Kali

Tim Pansus BBM Siap Bertindak

Desakan masyarakat atas masalah sulitnya BBM di Kabupaten Berau terus menggema. Masyarakat mendesak agar persoalan yang hingga saat ini belum menemukan titik terang itu, segera dituntaskan.

Menyikapi desakan warga, tim pansus BBM yang dibentuk DPRD Berau siap bertindak dan tidak diam. Ketua Pansus BBM Anwar S Saos menegaskan, tim akan terus mencari jalan keluar untuk masalah BBM ini.

Ditegaskannya, sejauh ini tim pansus BBM terus melakukan pemantauan kondisi BBM dilapangan. Anwar menyebutkan, tim pansus saat ini masih fokus mengumpulkan data-data seperti jumlah kuota dan sistem pendistribusian.

“Jadi tidak benar kalau kami dibilang diamsaja. Kami terus bekerja. Cuma kami tidak mau terburu-buru karena ini persoalan serius,” katanya kemarin.

Sementara saat harus fokus menangani persoalan ini, Anwar menyebutkan ada beberapa kendala yang dihadapi tim, salah satunya, surat keputusan (SK) perpanjangan masa kerja tim pansus yang berahir beberapa waktu lalu, baru diterbitkan.

“Ini salah satu kendala kami, makanya terkesan lambat,” sambungnya.

Selain itu, Anwar juga menegaskan, selain melakukan pemantauan dilapangan, tim pansus juga akan memanggil kembali pihak-pihak yang bersentuhan langsung dengan pasokan dan distribusi BBM di Berau.

Seperti memanggil para pengusaha SPBU, Pertamina,termasuk memanggil pihak Depo Pertamina yang ada di Kampung Samburakat.

“Kita upayakan dalam waktu dekat ini. Akan kita panggil semua, untuk bersama-sama membahas persoalan ini,” sebut anggota dewan yang duduk di Komisi II ini.

Ia juga berharap, selain tim pansus, pihak-pihak terkait juga turut membantu menyelesaikan persoalan ini.

Terutama Pertamina,diminta untuk melakukan pengawasan pendistribusian BBM khususnya di Berau. “Kami berharap, semua pihak bisa mendukung kerja tim pansus,” imbuhnya. (adv/che)

Telah Dibaca: Kali

Antrean BBM Kembali Menyiksa

Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Berau, kembali kumat menjelang Idulfitri.

Kondisi ini sebenarnya sudah sering terjadi. Sempat membaik setelah DPRD Berau membentuk panitia khusus (pansus) pasokan BBM 2 bulan lalu, namun kini kembali parah menjelang Lebaran.

Sejumlah oknum penimbun BBM (pengetap) pun kembali beroperasi, bahkan dari informasi yang diperoleh media ini dari beberapa warga yang terjebak antrean di SPBU, mereka mengaku melihat transaksi penjualan BBM jenis premium menggunakan beberapa unit drum.

“Aduh, di SPBU ini pembelian bensin tidak dibatasi, ada pembeli menggunakan 2 sampai 3 drum, tapi tetap dilayani oleh petugas SPBU. Sementara kami mengantre sampai kepanasan. Malah yang lebih menyakitkan, setelah kita mengatre sepanjang lebih kurang satu kilometer, begitu sampai di dalam SPBU bensin keburu habis. Akhirnya antrean kami sia-sia karena kami tidak dapat bensin, padahal sudah berpanas-panas,” ungkap warga yang mengaku bernama Bram, kemarin, di salahsatu SPBU.

Akibat antrean itu, kata warga, arus arus lalu lintas kerap macet, khususnya di jalan poros Rinding, Teluk Bayur sekitar SPBU. Kemacetan juga terjadi di Jalan Bujangga, Tanjung Redeb, tepatnya di sekitar SPBU Bujangga.

Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai ketika dikonfirmasi, Selasa (14/8) kemarin mengakui antrean BBM di SPBU semakin parah.

Dia mengatakan, Pemkab Berau telah mengirim surat ke Pertamina Balikpapan untuk menambah jatah BBM di Berau, khususnya premium.

Mengingat setiap tahun menjelang Lebaran, kebutuhan premium pasti meningkat drastis.

”Kami sudah mengirim surat ke Pertamina untuk menambah kuota Berau. Pokoknya setiap momen Lebaran, Pertamina memang menambah kuota BBM untuk semua daerah,” ujarnya.

Selain itu, Rifai juga mengaku telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengadakan razia BBM, baik di SPBU maupun di tingkat pengecer.

Karena tidak menutup kemungkinan adanya oknum pengecer yang melakukan penimbunan BBM, apalagi saat ini harga premium eceran sudah mencapai Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu per liter/botol. (zis/kpnn/che)

Telah Dibaca: Kali

Draf MoU Kalimarau Dibahas Pemkab Bersama DPRD Berau

Upayakan Sharing Pengelolaan - Seiring akan dioperasikannya terminal baru Bandara Kalimarau, Pemkab Berau mulai mempersiapkan sistem pengelolaanlapangan terbang tersebut. Salah satu yang dipersiapkan adalah upaya sharing pengelolaan dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Rencana sharing telah ditindaklanjuti dengan penyusunan draf memorandum of understanding (MoU) yang disusun Dirjen Perhubungan Udara.

Draf MoU yang telah disampaikan ke Pemkab Berau, Selasa (14/8), dibahas secara internal oleh tim dari pemkab. Pembahasan yang dipimpin Wakil Bupati Ahmad Rifai tersebut melibatkan instansi teknis terkait. Seperti Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Badan Perencanaan Pembangunan dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan (DPPKK), serta Bagian Hukum dan Ortal Setkab Berau.

Dalam rapat pembahasan yang juga dihadiri sejumlah asisten, juga mengundang Wakil Ketua dan sejumlah anggota Komisi II DPRD Berau. Rapat tersebut membahas beberapa item yang tertuang dalam draf. Selain itu juga dibahas sistem pengelolaan, termasuk upaya sharing dengan Dirjen Perhubungan Udara.

Kepala DishubkominfoFahmi Rizani ditemui usai pertemuan mengungkapkan,kalau upaya akhir yang akan mungkin dilakukan pemkab adalah Sharing pengelolaan. Meskipun sudah ada peraturan yang mengizinkan pemkab mengelola penuh bandara, namun ia menegaskan kalau sumber daya manusia (SDM) yang ada belum mampu mengelola bandara secara utuh. “Kita belum mampu menyediakan SDM teknis dalam pengelolaan bandara, sehingga harus disharing,” tegasnya.

Dalam pengelolaan tersebut, dijelaskannya, pemkab akan mengelola sisi darat bandara, seperti terminal, kargo, lahan parkir dan beberapa fasilitas lain yang dibangun menggunakan APBD hingga ratusan miliar.

“Nanti kedepan ‘kan bisa disertai dengan peraturan daerah atau peraturan bupati, terkait pola pengelolaan ini,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Berau, Saga, mengungkapkan, kalau upaya sharing pengelolaan diyakini akan jauh lebih optimal dari pada bandara sepenuhnya ditangani Pemkab Berau. Pengelolaan sharing dikatakannya dapat dilakukan bertahap dalam jangka waktu 3 atau 5 tahun. Dari sharing pengelolaan itu dapat dilakukan evaluasi apa yang harus dibenahi. Termasuk menyiapkan tenaga pendukung dalam pengoperasian bandara.

Namun, politisi Partai Persatuan Pembangunan itu juga berharap, pemkab tidak hanya mengedepankan sharing hanya untuk meraup keuntungan dari pengoperasian terminal baru Kalimarau. Namun ia menginginkan Kalimarau dapat dikelola lebih profesional lagi. “Kita harus belajar dari beberapa fasilitas yang dikelola sendiri, seperti pasar yang saat ini belum maksimal. Jadi Harus Dikaji juga mana yang lebih baik, ,” tandasnya. (hms4/far)

Telah Dibaca: Kali

Utamakan Mobilitas Masyarakat, Baru Perusahaan

SBE Benahi Poros Teluk Bayur-Labanan yang Kerap Banjir - Jalan poros Teluk Bayur-Labanan tepatnya di kawasan perusahaan tambang batu bara milik Supra Bara Energi (SBE) sering tergenang banjir di kala hujan turun. Meski salah satu penyebabnya adalah faktor alam, namun keberadaan SBE tak lepas menjadi sasaran kecewaan masyarakat.

MELIHAT permasalahan ini, perusahaan tak ingin kekecewaan masyarakat berlarut. Sebab, sering terjadinya banjir di titik jalan tersebut juga menjadi tanggung jawab moral perusahaan. Sehingga dengan segala kemampuan dan kekuatan yang dimiliki, khususnya secara finansial, manajemen akan bekerja keras mengambalikan fungsi jalan. Bahkan ditargetkan lebih baik dari sebelumnya.

Posisi jalan sepanjang 150 meter itu memang berada pada lembah kecil. Sedangkan dua sisi jalan juga terdapat bukit. Sehingga, ketika hujan turun dengan debit air yang sangat tinggi, genangan tak bisa terhindarkan. Meskipun ada telaga penampung air, namun keberadaannya tak sanggup lagi menyimpan air terutama saat hujan deras.

Dalam menyikapi situasi itu, perusahaan telah melakukan konsultasi dengan instansi terkait. Terutama Kimpraswil Kaltim selaku “pemilik” jalan. Dari konsultasi itu diputuskan untuk meninggikan badan jalan, sebagai jawaban dari situasi lapangan. Namun, dari segi estetika maupun keamanan, masih perlu dikembangkan lagi. Bahkan, pada tahap akhir nanti akan dilakukan pengaspalan.

Selaku perusahaan yang mendapat kepercayaan mengerjakan dukungan infrastruktur, Damin selaku direktur PT Tekukur Indah, mengakui harus bekerja keras.Sebab, ada dua yang menjadi pertimbangan, yakni pekerjaan jalan agar mobilitas perusahaan lancar, juga yang paling utama adalah mobilitas masyarakat juga menjadi lebih baik dari sebelumnya. ”Kami akan bekerja keras dalam menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Damin, yang juga pengusaha asal Labanan.

Biaya yang dikeluarkan perusahaan memang tak kurang dari Rp 5 miliar. Namun, pekerjaan yang dilakukan mulai dari pemasangan gorong-gorong untuk pergerakan air, serta dinding yang berfungsi sebagai penahan. Pada tahapan akhir nanti, akan dilakukan pekerjaan pengaspalan dengan menggunakan hotmix. ”Insya Allah, kondisi jalan akan lebih baik dari sebelumnya,” kata Damin.

Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap lingkungan, Damin juga akan melakukan pematangan serta menghadirkan taman di sekitar lokasi perusahaan. Fungsinya tentu menambah ruang terbuka hijau maupun dari segi estetika.”Kawasan ini akan semakin indah dan sejuk,” kata Damin.(hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

Makmur-Imdaad Pantas Diperhitungkan

Giliran PDIP Angkat Bicara - Munculnya nama Bupati Berau Makmur HAPK sebagai salah satu kandidat kuat yang tengah dilirik salah satu partai dan menggandengkan dengan mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid ternyata cukup menarik perhatian. Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Berau Atilagarnadi menilai pasangan ini memiliki nilai jual yang pantas untuk diperhitungkan.

Atilagarnadi yang juga selaku ketua Fraksi PDIP DPRD Berau mengatakan Bupati Makmur memang pantas untuk masuk dalam bursa kandidat pemimpin Kalimantan Timur 5 tahun mendatang. ”Makmur memiliki kematangan berpolitik yang tidak diragukan lagi, termasuk dengan latar belakang birokrat,”kata Gatot, panggilan akrab Atilagarnadi.

Selain itu, khusus wilayah utara Kaltim, Makmur dipastikan akan mendapat dukungan kuat, khususnya para tokoh maupun masyarakat serta para pimpinan politik. ”Saya sudah menangkap aspirasi itu hampir di semua kabupaten kota di Utara,”tegasnya. Alasannya, Berau meskipun tidak bergabung dengan rencana berdirinya provinsi yang baru, namun Makmur merupakan salah satu tokoh yang ikut membidani pembentukan provinsi Kaltara. Ini yang menjadi salah satu modal kuat yang dimiliki Makmur di kawasan utara.

Dari berbagai kekuatan yang ada tersebut, diakui oleh Atilagarnadi, dalam konteks politik PDIP sesuai aspirasi dari masyarakat, sangat terbuka peluang untuk mengomunikasikan dengan pengurus partai di tingkat wilayah. ”Saya bisa meyakinkan, bahwa arus bawah serta peta politik di wilayah utara memberikan respon positif buat Makmur,”tambahnya.

Menyinggung munculnya wacana yang akan menggandengkan bersama mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid, Atilagarnadi, menilai pasangan ini adalah pasangan cerdas.Di wilayah Selatan, nama Imdaad sudah menjadi aset, juga di wilayah tengah, di mana Imdaad pernah merintis sejumlah jabatan di birokrat. ”Kalau benar-benar pasangan ini muncul, saya yakin duet Makmur-Imdaad akan menjadi pilihan,”tegasnya.

Namun Atilagarnadi enggan mengomentari sekitar posisi Makmur yang juga selaku ketua DPD Partai Golkar, di mana partai ini sudah sejak awal telah melakukan deklarasi.

”Saya hanya melihat kemampuan dan popularitas Makmur maupun Imdaad Hamid, “kata dia. Ini yang merupakan modal kuat bagi pasangan ini. Karena latar belakang serta keberhasilan dalam memimpin daerah yang telah dibuktikan, baik Makmur maupun Imdaad, memperbesar keyakinan PDIP, khususnya DPC PDIP Berau untuk mengomunikasikan di internal partai. ”Saya tinggal menunggu waktu untuk segera menyampaikan aspirasi masyarakat di internal partai,”ujarnya.(hms2/tom)

Telah Dibaca: Kali

Bensin Eceran Naik, Satpol PP Giatkan Razia



Beberapa hari terakhir, harga bensin eceran mulai merangkak naik. Pengecer memasang harga beragam, mulai Rp 8 ribu, hingga Rp 15 ribu per botol dengan kapasitas 1 liter. Sementara antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjung Redeb juga mulai mengular. Panjangnya antrean di SPBUdiduga dimanfaatkan para pengecer untuk menaikkan harga bensin eceran.

Mengantisipasi semakin melonjaknya harga bensin eceran dari yang telah disepakati Rp 6 ribu per botol, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menggiatkan razia. Satpol PP melakukan patroli rutin di jalan-jalan yang menjadi kawasan penjual bensin eceran. Petugas langsung menanyakan harga yang dijual.

Mereka yang menjual diatas Rp 6 ribu langsung diminta menjual dengan harga yang disepakati. “Kalau mereka tidak mau, kita yang langsung turun tangan menjualkan dengan harga Rp 6 ribu,” tegas Kepala Satpol PP, Bambang Pranoto kepada media ini, Selasa (14/8) kemarin.

Ditegaskan Bambang, pihaknya mensinyalir ada upaya oknum-oknum pengecer yang melakukan penimbunan bensin. Pengecer sengaja menjajakan sedikit demi sedikit bensinnya dengan maksud menaikkan harga. Satpol PP,ditegaskan Bambang, tidak bisa berbuat banyak terkait aksi penimbunan. Pihaknya hanya sebatas melakukan penertiban terhadap pengecer yang menaikakn harga.

Terpisah, Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai menegaskan Pemkab telah melakukan upaya antisipasi dengan berkoordinasi ke Pertamina, untuk kembali memberikan tambahan kuota ke Berau.

Selain itu pihaknya juga telah mengintruksikan kepada SPBU yang ada untuk tetap beroperasi, hingga Lebaran mendatang. Upaya pelayanan yang terus diberikan SPBU setiap hari, dikatakan Rifai akan mengurangi dampak antrean panjang dan kenaikan harga bensin dieceran. “Kita sudah upayakan untuk segera mengatasi ini, termasuk mengirimkan surat penambahan kuota dari Pertamina,” tandasnya. (hms4/far)

Telah Dibaca: Kali

Liliansyah: Jangan Main PHK! Akibat Harga Batu Bara yang Menurun

Written By iNFO BERAU on Selasa, 14 Agustus 2012 | 13.13

Dampak turunnya harga batu bara di pasar dunia membuat perusahaan disektor tambang batu bara khususnya di Berau mulai berpikir keras mencari solusi untuk kelangsungan usahanya. Bahkan dikabarkan, saat ini sudah ada perusahaan yang mengambil langkah merumahkan sebagian karyawannya akibat belum membaiknya harga emas hitam tersebut.

Dampak dari kondisi itupun mendapat perhatian serius dari kalangan anggota DPRD Kabupaten Berau. Salah satunya disampaikan H Liliansyah. Ia menyebutkan, kabar turunnya harga batu bara di pasar dunia memang tidak bisa dihindari oleh perusahaan. Namun, dengan kondisi ini, perusahaan tidak seharusnya terlalu cepat mengambil keputusan untuk merumahkan karyawannya.

“Jangan secepat itu mengambil tindakan. Jangan dengan kondisi ini langsung merumahkan karyawan. Walau tidak semua perusahaan, tapi ini harus diperhatikan,” katanya.

Dikatakannya, kondisi seperti ini bisa dibilang baru terjadi, dan artinya perusahaan juga belum mengalami kerugian.

Sementara saat harga batu bara naik dan memperoleh keuntungan besar, perusahaan juga tidak pernah mengambil kebijakan menaikkan gaji karyawan.

“Seharusnya ada keseimbangan. Kalau dapat untung,ya,karyawan bisa naik gaji atau ada sistem pemberian bonus. Jadi saat kondisi seperti ini, karyawan jangan dijadikan korbandengan dirumahkan,” terang pria yang akrab disapa H Lili ini.

Ia pun menyebutkan, jika dengan kondisi ini biaya operasional tidak bisa ditutupi, perusahaan bisa saja mencari solusi dengan mengurangi jam kerja atau waktu lembur.

Dengan begitu bisa menekan biaya operasional. “Tidak serta merta merumahkan karyawan apalagi kalau sampai berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK),” sambungnya.

Liliansyah berharap perusahaan bisa sabar menyikapi kondisi ini, karena menurutnya harga batu bara tidak selamanya di posisi turun.

Tidak menutup kemungkinan sebulan kedepan kondisi kembali membaik. “Kita harapkan karyawan dipertahankan dulu,” pintanya.

Pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait juga diminta tidak diam. Ditegaskannya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)harus mengawal persoalan ini. “Jadi kita harus sama-sama mulai memikirkan solusinya,” imbuhnya. (adv/che)

Telah Dibaca: Kali

100 Karyawan Dirumahkan, Dampak Anjloknya Harga Batu Bara

Dampak anjloknya harga batu bara di pasar internasional, berdampak pada perusahaan pertambangan batu bara di Berau. Bahkan ada yang sudah berencana merumahkan karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau Syarkawi HAB ketika ditemui media ini, Senin (13/8) kemarin memastikan, sejauh ini sudah 1 perusahaan merumahkan karyawan karena anjloknya harga batu bara.

“Sejauh ini baru satu yakni PT Hareda Utama yang sudah memberitahukan kepada kami secara resmi melalui surat. Selain itu belum ada dan masih sebatas isu saja. Karyawan PT Hareda sendiri yang dirumahkan sebanyak 100 orang lebih,” ungkapnya.

Syarkawi mengakui, saat ini ada kabar yang menyebut beberapa perusahaan tambang lainnya akan melakukan hal serupa.

Namun dijelaskannya itu belum pasti, pasalnya tidak ada pemberitahuan resmi dari manajemen perusahaan ke Disnakertrans.

Beberapa perusahaan yang dikabarkan itu adalah PT Bara Jaya Utama (BJU) dan PPC yang keduanya beroperasi di Lamin.

“Nanti kami baru percaya, kalau pihak perusahaan sudah bersurat ke kami secara resmi. Jadi sejauh ini, kami pastikan baru 1 perusahaan yang merumahkan karyawannya,” ungkap mantan Kepala BKPP yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai sekretaris Disnakertrans Berau ini.

Sementara itu, Manajer Eksternal PT BJU Sugeng Purwanto yang dihubungi terpisah, mengatakan baik PT BJU maupun PT PPC belum mengalami kendala.

“Kami lancar-lancar saja dan semuanya berjalan normal seperti sebelumnya. Batu bara di stockpile kami saja masih berlimpah ruah,” ujarnya.

Sugeng mengakui juga telah mendengar kabar adanya sejumlah perusahaan yang akan mengurangi jam kerja yang sebelumnya 10 jam menjadi menjadi 8 jam saja.

”Kalau kami (BJU dan PPC, Red.) lancar-lancar saja. Tidak ada rencana merumahkan karyawan. Saya malah mendengar kabar beberapa perusahaan di sekitar sini yang bakal mengurangi jam kerja karyawannya yang sebelumnya 10 jam dikurangi jadi 8 jam saja,” katanya.

“Katanya mereka tidak akan merumahkan karyawannya tetapi berupaya mengurangi produksinya dengan cara jam kerja karyawan dikurangi. Biasanya produksinya sampai 3 kapal, sekarang cuma 1 kapal saja,” sambungnya. (zis/kpnn/che)

Telah Dibaca: Kali

BPPT Kerap Jadi Sasaran Keluhan

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Berau Yuwanto mengatakan, akibat belum terpusatnya pelayanan perizinan di instansi yang dipimpinnya, menjadi bahan penilaian negatif terhadap pengurusan perizinan di BPPT.

Menurutnya, jumlah perizinan yang ditangani BPPT saat ini baru sebatas 10 perizinan.

Yakni Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), izin pemasangan spanduk, reklame dan baliho, izin usaha rumah makan/restoran, izin kepariwisataan, izin jagal (Pemotongan hewan), dan izin pemetikan dan izin angkut sarang burung walet.

“Dulu sempat 11 izin, yakni termasuk izin lokasi. Tapi sekarang sudah diambil alih lagi oleh bagian pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau. Jadi tinggal 10 izin saja lagi yang ada sama kami,” katanya.

Mengenai persoalan perizinan satu atap “one stop service” dia mengakui belum terpusat di BPPT.

“Padahal masyarakat telah memiliki persepsi bahwa seluruh pengurusan perizinan terpusat di BPPT. Sehingga kalau ada apa-apa kami yang disalahkan, kami yang dinilai menghambat,” tandasnya.

Ditanya mengenai prosedur standar pengurusan IMB, Yuwanto mengatakan, untuk pengurusan IMB di Tanjung Redeb, hanya memakan waktu seminggu.

Tetapi jika IMB untuk bangunan di luar Tanjung Redeb, akan memakan waktu lebih lama. Karena lokasinya harus ditinjau dulu.

”Kalau lokasi IMB-nya jauh dan harus diselesaikan seminggu itu sama saja bunuh diri. Di Sragen dan Jakarta saja pengurusan IMB-nya memakan waktu setengah bulan,” tandasnya. (zis/kpn/che)

Telah Dibaca: Kali

Bonus Atlet-Pelatih Rp 1,118 M

Diajukan ke APBD-P. KUA - PPAS Masih Dibahas - Pemerintah Kabupaten Berau berjanji akan memberikan bonus kepada atlet yang berprestasi, baik ditingkat provinsi, nasional maupun ditingkat internasional.Pemerintah berencana menganggarkan sekitar Rp 1,118 miliar untuk bonus tersebut.

Hanya saja, para atlet yang berhakdiminta bersabar, karena anggaran baru diusulkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) yang KUA-PPASnya masih dibahas Pemkab bersama DPRD Berau.

Usulan anggaran bonus atlet itu, diungkapkan Kepala Bidang Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau M Rifani, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (13/8) kemarin.

Dijelaskan Rifani, anggaran yang diusulkan tersebut tidak hanya untuk atlet yang berprestasi, tetapi juga untuk para pelatih dan praktisi olahraga.

Anggaran yang diusulkan itu, lanjut Rifani Rp 300 juta untuk honor pelatih atau praktisi, atlet berprestasi Rp 568 juta dan atlet pelajar berprestasi Rp 250 juta.

Sementara besaran honor yang akan diserahkan ke setiap atlet berprestasi, akan disusun berdasarkan data yang masuk dan diusulkan untuk ditetapkan dalam surat keputusan Bupati Berau, selaku kepala daerah.

“Jadi berapa besaran bonus yang diberikan, nanti akan tertuang di dalam surat keputusan,” jelasnya.

Anggaran untuk bonus atlet ini, ditambahkan Rifani baru pada tahun 2012 ini diserahkan ke Dispora.

Sebelumnya dana tersebut dikelola oleh pengurus KONI. Sehingga pihaknya baru mengusulkan di APBD-P.

Sementara dalam APBD murni 2012, dijelaskan Rifani,Dispora telah menyiapkan anggaran Rp 200 juta yang akan disalurkan ke 36 cabang olahraga, sebagai uang pembinaan.

Anggaran tersebut juga masih harus menunggu surat keputusan kepala daerah, untuk selanjutnya diserahkan ke pengurus cabor.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Berau Anwar mendukung pemberian porsi lebih kepada pembinaan atlet-atletberprestasi.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, tidak hanya pemerintah yang bertanggungjawab membina olahraga. Tetapi perusahaan melalui anggaran Community Development (Comdev) juga harus ambil bagian. Ia juga meminta perusahaan yang ada tidak hanya membina olahraga tertentu.

Tetapi seluruh cabang olahraga yang berprestasi. “Jadi jangan hanya itu-itu saja yang dibantu. Bagaimana olahraga lain yang juga bisa memberikan prestasi terbaik untuk daerah,” ucapnya. (hms4/che)

Telah Dibaca: Kali

Sepekan Terakhir, Pelayanan Harus Maksimal

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jonie Marhansyah meminta seluruh aparatur di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, terutama sebelum cuti bersama Idul Fitri mendatang.

Ia meminta seluruh proses pelayanan bisa tuntas sebelum libur. Penegasan itu diungkapkan Sekkab melalui media ini, Senin (13/8) kemarin.

Imbauan ini tentunya tak hanya berlaku pada pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti proses perizinan dan sebagainya.

Namun, Sekkab juga meminta proses pengelolaan keuangan melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan (DPPKK) juga bisa selesai sesuai jadwal yang ditentukan.

Libur lebaran yang dilanjutkan cuti bersama selama 2 hari, dikatakan Jonie akan menghentikan proses birokrasi pemerintahan.

“Jangan sampai nanti ada masyarakat yang menunggu lagi setelah libur. Jadi saya minta maksimalkan pelayanan dalam sepekan ini,” tegasnya.

Sekkab juga mengingatkan kepada pegawai yang tetap bekerja disaat libur untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan.

Ia meminta pimpinan SKPD teknis yang tetap memberikan pelayanan selama liburan, tetap melakukan pengawasan.

Seperti pelayanan di rumah sakit maupun di puskesmas. Ia meminta pelayanan di rumah sakit tetap dimaksimalkan.

Ia meminta ada pengaturan jadwal yang tepat agar perawat maupun dokter yang bertugas juga bisa melaksanakan Lebaran dan juga tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan ini juga merupakan bagian dari ibadah, Jadi sesuai dengan tugas kita berikan layanan yang terbaik,” tandasnya. (hms4/che)

Telah Dibaca: Kali

315 Gua Karst Ada di Maratua

Dipresentasikan Mahasiswa KKN UGM - Pulau Maratua adalah Berlian yang baru muncul ke permukaan. Kini berlian itu tinggal diasah untuk dipercantik, sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Pernyataan itu disampaikan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, yang selama 1,5 bulan berada di pulau wisata tersebut.

Dari hasil penelurusan mahasiswa yang dipresentasikan di hadapan Pemerintah Kabupaten Berau, di ruang Kakaban Kantor Bupati, Senin (13/8) kemarin, diketahui Maratua ternyata tidak hanya mempesona dengan wisata bawah lautnya.

Tetapi daratan Maratua yang merupakan gugusan bebatuan karst menyimpan beribu pesona. Dari informasi yang berhasil dihimpun 20 mahasiswa KKN UGM, tercatat ada 315 gua karst, baik yang horisontal maupun gua vertikal.

“Karena waktu terbatas, Kami baru sempat menelusuri 7 gua dari 315 gua yang kami inventarisir dari informasi warga setempat,” ungkap Ikhya Udin Ghozali, selaku koordinator mahasiswa KKN UGM.

Dari sejumlah gua yang berhasil ditelusuri tersebut, diungkapkan Ikhya kalau gua-gua tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Di dalam gua banyak ditemukan penghuni gua yang sangat khas.

“Gua ini juga akan menjadi bank air, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air bersih di Maratua,” ucapnya.

Tidak hanya melakukan penelusuran objek wisata, mahasiswa KKN juga mengadakan beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat. Seperti membantu administrasi kampung, hingga mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Penelusuran potensi wisata Maratua ternyata tidak hanya dilakukan mahasiswa, tetapi 6 peneliti dariUGM juga mendukung penelitian. Bahkan, para peneliti UGM ini akan membuat film dokumenter tentang destinasi Maratua.

“Kita berharap apa yang kita berikan ini membantu pemerintah mempromosikan wisata Maratua,” ungkap Hendrie Adji Kusworo.

Sementara Bupati Berau Makmur HAPK, mengapresiasi program KKN yang dilaksanakan mahasiswa UGM.

Dikatakan Makmur,kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa UGM adalah KKN pertama, dengan memilih Pulau Maratua sebagai lokasi.

Pihaknya juga berterima kasih atas presentasi yang dilakukan. Dikatakan Makmur,pemerintah kabupaten banyak menerima informasi baru yang dapat ditindaklanjuti untuk pengembangan Maratua.

“Ini sangat baik dan baru pertama kali saya menerima presentasi mahasiswa KKN,” ungkapnya.

Makmur bahkan berharap program serupa dapat kembali dilakukan di beberapa daerah lain di Berau.

Pemkab, ditegaskan Makmur,akan mendukung penuh program yang mengarah kepada upaya menyukseskan visi dan misi pemerintah, terutama pengembangan ekowisata dan pemberdayaan masyarakat. “Kita akan dukung penuh. Saya instruksikan ke SKPD teknis untuk memberikan pendampingan penuh kepada mahasiswa KKN ini,” tandasnya. (hms4)

Telah Dibaca: Kali

Pedagang Keluhkan Peredaran Daging Beku

Menjelang Idulfitri, suasana di Pasar Sanggam Adji Dilayas semestinya makin tinggi perputaran uangnya. Namun di pasar daging, justru malah sepi dari pembeli. Kalaupun ada bisa dihitung jari. Sepinya pembeli ini mempunyai berbagai alasan,mulai akibat kenaikan harga jual, bahkan yang lebih mengejutkan disebabkan maraknya daging beku yang mulai beredar dengan harga yang murah.

Hal ini disampaikan Jamal, salah satu penjual daging sapi, saat ditemui (13/8) kemarin pagi.

Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya omzet lumayan meningkat, karena naiknya permintaa dari kalangan warga, pemilik rumah makan maupun restoran.

Mereka biasanya memasok stok daging untuk persediaan, meskipun harga jualnya lumayan tinggi antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogramnya.

“Pembeli daging sepi, jumlahnya tidak seperti tahun-tahun lalu,” katanya.

Dijelaskan Jamal, selama ini dalam menjual daging dia tidak pernah melanggar aturan, apalagi menjual daging yang tidak layak konsumsi.

Semuanya sesuai dengan prosedur baik dimulai dari karantina ternak, termasuk cara potong, semuanya melalui pemeriksaan kesehatan.

“Ini tidak lain, agar daging yang dijual betul-betul layak dikonsumsi oleh warga masyarakat,” jelasnya.

Terkait dengan maraknya peredaran daging beku, Jamal meminta kepada instansi terkait untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan.

Sebab ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut membuat warga resah, selain itu penjualan daging juga ikut merosot, karena harga jual daging beku tersebut lebih murah.

“Ini harapan kami sebagai penjual daging, instansi terkait perlu turun ke lapangan, melakukan pengecekan di beberapa tempat. Jangan di pasar saja,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penjualan daging beku ini dipasok dari luar daerah, dengan nilai jual di bawah dari harga pasaran. Selain itu yang perlu dicermati adalah tingkat kesehatannya, jenis hewannya, halal atau tidak daging yang dijual tersebut.

“Sekarang kembali ke warga, mau beli dengan harga murah namun risikonya besar atau sedikit mahal namun layak untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (hms3/che)

Telah Dibaca: Kali

Antisipasi Kunjungan Wisata Derawan

Usai Idulfitri, pulau Derawan menjadi salah satu pilihan warga untuk menikmati liburan. Bukan hanya warga dari Tanjung Redeb, namun banyak warga yang datang dengan menggunakan angkutan darat dari Malinau dan Bulungan.

Sedangkan wisatawan yang dari Tarakan, langsung menggunakan angkutan laut.

Menurut Camat Pulau Derawan Zulfikar, kunjungan tersebut memerlukan pengaturan khusus. Terutama penempatan kendaraan di Tanjung Batu.

Selain itu, penataan angkutan laut terutama kelengkapan alat keselamatan harus diperhatikan dan diawasi.

”Penumpang juga harus berani menegur, bila ditemukan speedboat tidak menyediakan alat keselamatan,” kata Zulfikar.

Khusus layanan selama berada di Pulau Derawan, ia juga sudah melakukan koordinasi dengan kepala kampung, agar memberikan pelayanan kepada seluruh pengunjung pulau.

Juga meminta kepada pengelola home stay maupun pemilik rumah makan, agar memberikan layanan yang baik. ”Jaga kualitas serta memberikan layanan yang baik kepada pengunjung harus utama,” tambahnya. (hms3/che)

Telah Dibaca: Kali

Aparat Diduga Bekingi Pembalakan Liar

Written By iNFO BERAU on Senin, 13 Agustus 2012 | 14.26



ULAH SIAPA?: Karno dan rekan kerjanya di atas puluhan batang kayu hasil pembalakan liar di KBK Kampung Batu-batu.(azis sakti/bp)
TANJUNG REDEB – Praktek illegal logging yang diduga melibatkan oknum anggota Polres Berau terjadi Kampung Batu-batu Kecamatan Gunung Tabur, Berau. Ironisnya lagi, aksi pembalakan liar tersebut dilakukan di dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK).

Kejadian tersebut diketahui sejak Selasa (7/8) lalu, dari pengakuan seorang karyawan PT Lita Pijar Cemerlang (LPC), salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.

Kepada media ini, Jumat (10/8), Karno, karyawan tadi mengatakan, aksi pembalakan liar di atas KBK tersebut dilakukan mulai dari kilometer 5 sampai 18. Pembalakan liar itu dilakukan oleh beberapa warga dengan berbagai kelompok kerja yang diduga dibekingi anggota Polres Berau.

Dugaan keterlibatan oknum polisi tersebut diketahui Karno dari penuturan salah seorang pelaku illegal logging yang mengaku bernama Agus, setelah Karno dan beberapa rekan kerjanya turun ke lapangan dan berbincang langsung dengan warga pelaku illegal logging tersebut.

“Tunggu dulu Pak. Saya mau telepon Pak S (oknum polisi, Red) karena dia yang menyuruh kami menebang di sini,” ungkap Agus, ketika Karno dan beberapa rekan kerjanya berusaha menahan motor dan beberapa peralatan kerja pelaku pembalakan tersebut dengan tujuan untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib sebagai barang bukti.

Hanya saja, lanjut Karno, ketika dirinya berusaha meminta pelaku illegal logging itu menelepon oknum polisi tersebut, usaha itu gagal. Karena ketika dihubungi ke nomor ponselnya, oknum S tersebut menolak berkomunikasi dengan Karno. Bahkan ketika Karno mencoba menghubungi oknum itu, tiba-tiba pelaku pembalakan, Agus langsung loncat dan melarikan diri dari lokasi.

Karno mengaku telah melaporkan praktik pembalakan liar itu kepada Polsek Gunung Tabur untuk ditindaklanjuti.

Kapolsek Gunung Tabur, AKP Hadhi Wibowo yang dikonfirmasi usai mengikuti apel gelar pasukan di halaman Mapolres Berau, Jumat (10/8) kemarin, membenarkan laporan terjadinya aksi pembalakan liar tersebut.

Dia mengaku pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit chain saw, 1 unit motor Yamaha Jupiter Z KT 5408 GK warna hitam. Sementara sekira 50 meterkubik kayu hasil pembalakan saat ini masih berada di lokasi.

Disinggung mengenai keterlibatan oknum anggota Polres Berau, Hadhi mengatakan hal itu masih diselidiki. Karena itu pihaknya masih meminta keterangan beberapa saksi yang ikut ke lokasi saat itu untuk mendalami sejauhmana keterlibatan oknum polisi dimaksud tersebut.

“ Nanti kalau pelaku pembalakan liar ada yang tertangkap, bisa diketahui sejauhmana keterlibatan oknum anggota itu,” ujarnya

Sementara itu, Kalpolres Berau AKBP Endro Prasetiyo mengaku dirinya belum mendapat laporan dari pihak Polsek Gunug Tabur terkait kasus pembalakan itu.

“ Kalau memang nanti terbukti ada anggota terlibat, akan kita proses sesuai hukum. Kita akan proses seperti keterlibatan salah seorang oknum anggota polisi yang bertugas di Tanjung Batu yang main kayu hitam beberapa waktu lalu,” tegasnya. (zis/kpnn/ms)

Telah Dibaca: Kali

Progres Kinerja Harus Dilaporkan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau meminta instansi terkait segera melaporkan progres kegiatan pengembangan sarana dan prasarana budidaya pembenihan ikan yang dikucurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Anggota DPRD Berau Anwar mengatakan, Pemkab Berau menerima DAK sebesar 680 juta pada tahun anggaran 2012 untuk program pengembangan sarana dan prasarana budidaya pembenihan. Namun hingga saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan belum menerima laporan progres pengerjaannya.

“Hal ini kami ketahui saat kunjungan kerja ke sana (Kementerian Kelautan dan Perikanan, Red.) beberapa hari lalu,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat itu kemarin.

Di samping itu, Pemkab juga menerima bantuan sebesar Rp 300 juta untuk pengembangan usaha mina pedesaaan (PUMP). Ini pun belum dilaporkan progresnya.

“Kami berharap instansi terkait secepatnya melaporkan, karena kementerian juga berharap segera mendapat laporan itu. Berdasarkan informasi, tinggal Berau saja yang belum melapor,” ujarnya.

Menurut Anwar, pelaporan progres tersebut sangat penting, karena berkaitan dengan kemudahan pengucurab bantuan pada tahun anggaran berikutnya.

“Kalau yang ini tidak dilaporkan, kemungkinan besar tahun depan kita tidak dapat lagi,” katanya.

Di samping itu pihaknya akan terus mengawasi setiap program yang dicanangkan badan eksekutif, baik yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi, kabupaten, hingga pusat. “Akan kita awasi seluruhnya, agar berjalan sebagaimana mestinya,” kata Anwar. (adv/kpnn/ms)

Telah Dibaca: Kali

Dilarang Tinggalkan Tempat Bertugas

Bupati Minta Camat Rayakan Idulfitri bersama Masyarakat - Bupati Berau Makmur HAPK menginstruksikan kepada seluruh camat untuk tidak meninggalkan tempat bertugas saat perayaan Idulfitri 1433 H mendatang. Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu meminta camat merayakan lebaran bersama masyarakat di wilayahnya masing-masing. Intruksi itu disampaikan Makmur kepada media ini beberapa waktu lalu.

Menurut Makmur, Camat adalah pejabat tertinggi di tingkat kecamatan. Sehingga ia berharap kebersamaan camat dengan masyarakat dapat memberikan makna tersendiri. “Jadi tidak hanya pada kegiatan rutinitas pelayanan di kantor saja. Tetapi kebersamaan saat merayakan hari raya juga harus dijalankan,”ungkapnya.

Kebersamaan aparatur pemerintah dengan masyarakat di saat acara-acara keagamaan, dikatakan Makmur, juga bagian dari menjalankan program dan kegiatan pemerintah. Aspirasi masyarakat, tidak hanya diterima saat di lingkungan kerja, tetapi juga diterima saat terjun ke lapangan.

Selain untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, keberadaan camat di tempat tugas juga dapat memantau situasi wilayah kerjanya sebelum dan setelah lebaran.

Makmur juga menyarankan camat untuk menggelar open house untuk memberikan kesempatan masyarakat yang ingin bertemu dengan pejabat di kecamatan. Sebagai kepala daerah, ditegaskan Makmur, bahwa dirinya juga akan melaksanakan perayaan Idulfitri bersama masyarakat Berau dan menggelar open house di kediaman resminya. “Kegiatan ini juga bagian dari silaturahmi kita dengan masyarakat,”tandasnya. (hms4/tom)

Telah Dibaca: Kali

Dishut Awasi Komitmen HPH

Dinas Kehutanan (Dishut) Berau terus berusaha melakukan pengawasan yang maksimal terhadap perusahaan pemegang hak pemanfaatan hutan (HPH) yang beroperasi di Bumi Batiwakkal. Salah satu yang menjadi prioritas adalah memantau komitmen perusahaan untuk melakukan reklamasi atau penanaman kembali di areal terbuka maupun tepi jalan.

Kepala Dinas Kehutanan Berau Darwis Syukur mengungkapkan, untuk mengawasi kinerja perusahaan pemegang HPH pihaknya telah membentuk tim pemantau yang secara berkala turun ke lapangan. Tim tersebut melakukan pengawasan mulai dari proses produksi --apakah sesuai dengan rencana kerja tahunan (RKT)-- hingga proses penghijauan kembali. “Kita sudah lakukan upaya ini secara intensif di seluruh kawasan hutan maupun hutan yang dikelola,”ungkapnya.

Saat ini, menurut Darwis, ada 13 perusahaan pemegang HPH yang mengantongi izin pemerintah. Dari hasil pantauan Dishut, aktivitas pemegang HPH tersebut masih memenuhi segala kewajiban yang diberikan. “Sejauh ini hampir semua HPH memenuhi kewajibannya, meskipun belum imbang dengan produksi yang dilakukan,”jelasnya.

Dishut juga terus mengawal komitmen perusahaan untuk melakukan penghijauan sesuai dengan areal yang terbuka. Penanaman kembali itu, ditegaskan Darwis, sangat penting bukan hanya sebatas reboisasi. Tetapi lebih kepada pelestarian hutan dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Di dalam hal ini, perusahaan pemegang HPH tidak hanya cukup mengandalkan penanaman alami tetapi harus memanfaatkan teknologi sehingga hutan cepat kembali normal.

Darwis lebih lanjut menjelaskan, dari 13 perusahaan pemegang HPH yang beroperasi, beberapa perizinannyasegera berakhir. Meskipun mereka kembali mengajukan perpanjangan izin, ditegaskan Darwis, pihaknya akan lebih dulu mengevaluasi hasil kerja di lapangan.

Jika memang dinilai telah memenuhi komitmen yang ada maka rekomendasi perpanjangan izin akan diberikan Dishut. “Kita lihat dulu apakah komitmen mereka sudah dijalankan. Kalau memang sudah kita akan memberi rekomendasi untuk memperpanjang izinnya,”tandas Darwis. (hms4/tom)

Telah Dibaca: Kali

BAZ Antisipasi Tumpang Tindih Penyaluran Zakat

Guna memberikan pemahaman terhadap penyaluran zakat, Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Berau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendistribusian Zakat. Rakor tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kakaban Pemkab Berau dengan melibatkan seluruh pengurus masjid, surau, ketua RT serta beberapa kepala kampung kemarin siang (12/8).

Ketua BAZ Berau Burhanuddin Harahap mengatakan, rakor dilakukan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan pada pembagian zakat, dengan tujuan pokok tidak terjadi kesenjangan antara penyalur dan penerima. “Ini salah satu dari tujuan adanya rakor tersebut sehingga ke depan semuanya dapat memahami termasuk seluruh pengurus,”katanya.

Selain itu, dijelaskan Burhanuddin, setelah rakor ini diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran karena kurangnya koordinasi antara pihak penyalur serta bagian pendataan di wilayah masing-masing. Kekhawatiran seperti itu, menurutnya, pernah terjadi tahun lalu, yang mana si penerima zakat mendapatkan jatah dari berbagai wilayah lain padahal hal tersebut tidak boleh terjadi.

“Ke depan dalam penyaluran zakat harus saling berkoordinasi, termasuk memverifikasi data-data penerima, jangan sampai tumpang tindih,”jelasnya. “Lewat rakor ini juga seluruh pengurus bahkan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) diharapkan sudah paham. Dengan demikian, Insya Allah, tumpang tindih zakat tidak terjadi lagi, dan saya berharap setiap pengurus UPZ betul-betul dalam menyalurkannya.”

Ditambahkan Burhanuddin, dalam proses penyaluran nanti BAZ tetap berperan dengan melakukan koordinasi kepada seluruh UPZ yang ada di empat kecamatan terdekat. BAZ juga akan menutupi kekurangan apabila ada warga yang belum mendapatkan zakat di setiap wilayah kecamatan. “Kalau ada kekuarangan BAZ siap menutupi, khususnya dalam pendistribusian zakat yang akan dilakukan,”tukasnya.(hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

BNI Siapkan Dana Pinjaman Rp 5 Miliar Untuk Bantuan Usaha Pedagang di Berau

Majunya usaha kecil dan menengah yang digeluti para pedagang di Berau tidak lepas dari peran perbankan. Keberadaan mereka yang turut tumbuh mampu menjadi pendamping sekaligus pendukung usaha rakyat melalui berbagai programnya sebagai penyokong usaha kecil masyarakat.

Salah satu perbankan yang menaruh perhatian terhadap usaha kecil masyarakat adalah BNI. Melalui cabangnya di Tanjung Redeb, bank nasional ini melakukan re-launching program BNI Wirausaha. Re-launching dilaksanakan di Pasar Sanggam Adji Dilayas kemarin dengan membagikan brosur serta memberikan informasi bagi para pedagang yang belum paham tentang kredit tersebut.

Pimpinan BNI Cabang Tanjung Redeb Iqzal Anwar mengatakan, program BNI Wirausaha sebelumnya diluncurkan pada 2011. Kemudian ditindak lanjuti lagi untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kecil yang ada, sehingga program pemberian fasilitas kredit ini dapat betul-betul dinikmati oleh pedagang maupun para pengusaha kecil di daerah. “Ini wujud kepedulian kami terhadap kemajuan usaha kecil di dalam daerah, kami coba berikan kemudahan bagi para pedagang yang ingin peminjaman kredit usaha,”katanya.

Dalam program ini, lanjut Iqzal, BNI Cabang Tanjung Redeb menyediakan dana Rp 5 milliar, termasuk bunga murah dengan fasilitas dan proses yang tidak berbelit-belit. “Kepada para pedagang kami siapkan pinjaman maksimal,mencapai Rp 500 juta, dan minimal Rp 150 juta sebagai pendukung usaha mereka,”ungkapnya.

Dijelaskan Iqzal, program ini merupakan dukungan perbankan lewat pemberian kredit usaha produktif dalam bentuk modal kerja dan investasi kepada perorangan maupun badan hukum yang meliputi seluruh sektor ekonomi yang dinilai layak dibiayai. “Semoga dengan masuknya program ini paling tidak kami dapat menunjang usaha mereka, termasuk penghasilan maupun usaha yang dijalani,”jelasnya.

Diungkapkannya, untuk re-launching pada Agustus ini memang difokuskandi Pasar Sanggam Adji Dilayas. Alasan BNI memilih lokasi ini karena hampir seluruh usaha kecil warga Berau terpusat di pasar tersebut. Selebihnya adalah sebagai wujud mendekatkan BNI dengan nasabahnya. (hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

Asyik Bermain Minyak

Membaca peluang bisnis, satu satunya celah yang ia manfaatkan sehingga tetap eksis dalam usaha yang digeluti. Pertumbuhan kendaraan maupun investasi sektor pertambangan, sangat memerlukan Bahan Bakar Minyak (BBM). Celah inilah yang dimasuki dan bisa bertahan hingga saat ini.”Saya hanya melihat celah yang bisa saya masuki, dan ternyata berhasil,”kata Suriansyah, pengusaha BBM sekaligus pemilik Berau Bunker Internasional (BBI).

Ada terobosan baru yang rencana ia jalankan. Perusahaan importir BBM miliknya, rencana memasukkan minyak jenis solar untuk konsumsi di kabupaten Berau yang setiap bulan memerlukan tak kurang dari 60 ribu ton.”Kalau import BBM sudah berjalan lancar, konsumen juga akan menikmati layanan yang prima,”tambahnya.

Terkait anjloknya harga Batu Bara, Suriansyah juga mengaku terkena imbasnya.”Biasa dalam bisnis,”tegasnya. Permintaan BBM dari perusahaam tambang batu Bara berkurang hingga 50 persen. Namun, penurunan omzet yang didapatkan di Berau, mampu diisi oleh usaha yang sama yang ebrada di Samarinda, Surabaya dan rencana di Sibolga,Sumatera Utara yang baru dirintisnya.”Bermain minyak itu emngasyikkan,”kelakarnya. (hms2)

Telah Dibaca: Kali

Habibi Wahid Sabet Dua Emas

Written By iNFO BERAU on Minggu, 12 Agustus 2012 | 12.36

Di Ajang Sport School Asean di Thailand - Berbagai cabang olahraga di Kabupaten Berau telah banyak memberikan prestasi yang cukup membanggakan. Salah satunya Habibi Wahid atlit Tenis Meja di bawah naungan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) cabang Berau ini kembali menyabet dua emas di ajang Sport School Asean di Thailand. Ini juga sekaligus menempatkan dirinya sebagai salah satu atlet yang berhasil meraih prestasi Internasional.

Keberhasilan yang diraihnya ini memang tidak lepas dari sentuhan tangan-tangan dingin pelatih dan pembimbing dalam memberikan pola latihan intensif, pembinaan serta berbagai masukan terhadap berbagai pertandingan yang selama ini diikutinya. Hal ini disampaikannya, saat ditemui bersama pengurus dan Ketua PTMIS Cabang Berau Mappasikra (11/8) kemarin siang.

Seperti diketahui, Habibi merupakan salah seorang siswa Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) di Samarinda. Dikatakan Habibi, ada sekitar 45 atlit yang turut serta di ajang Sport School Asean, termasuk dirinya mewakili daerah Berau. Selama menjalani pertandingan, lawan yang dianggap cukup berat berasal dari Singapore. Meski cukup berat, namun akhirnya dapat ditundukan juga. “Alhamdulillah, saya dapat unggul dalam pertandingan,” katanya.

Soal prestasi, Habibi memang lebih cemerlang, selain menyabet dua emas di Thailand, ia juga meraih 1 emas dan 1 perunggu di Turnamen Bontang Open beberapa waktu lalu. Ia berharap, kedepan prestasi semacam ini mampu menjadi pecutan bagi atlet-atlet didalam daerah, khususnya di berbagai cabang olahraga. Sekretaris PTMSI Berau Iwan, mengaku bangga dengan hasil yang dicapai Habibi di tingkat Internasional.

Ini juga yang menjadi penyemangat bagi atlet tenis meja yang ada di daerah ini. Dari prestasi inilah, layak kiranya jika pemkab memberikan perhatian khusus berkaitan dengan tempat latihan. ”Kami juga berharap ada Bapak angkat dari perusahaan yang bisa melakukan pembinaan,” ungkap Iwan. Sedangkan ketua PTMSI Berau Mappasikra, yang juga kepala bagian Humas dan Protokol Pemkab, mengaku bangga dengan prestasi yang dicapai salah seorang atlet Tenis Meja.”Nanti kami akan sampaikan kepada pak Bupati, soal bonus yang bisa diberikan atas raihan prestasi Internasional tersebut,” kata Mappasikra.(hms3/lhl)

Telah Dibaca: Kali

Entri Populer This Week

 
Support : Creating Website | iNFO BERAU
Copyright © 2011. iNFO BERAU - All Rights Reserved
Info yang ada di Blog Ini dikutip dari: