Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label iNFO RAMADHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iNFO RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

Usai Salat Id, Bupati Open House

Written By iNFO BERAU on Sabtu, 18 Agustus 2012 | 19.29

Masyarakat Dipersilakan Datang untuk Bersilaturahmi - Bupati Berau Makmur HAPK, Wakil Bupati Ahmad Rifai dan Sekkab Jonie Marhansyah bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dijadwalkan mengikuti salat Id di Agung Baitul Hikmah besok pagi.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Mappasikra, Bupati Makmur bersama istri, wabup bersama istri dan seluruh pejabat pemkab, akan mengikuti prosesi salat id bersama ribuan umat Islam lainnya. Dari kediamannya, bupati akan berjalan kaki menuju Masjid Agung untuk mengikuti kegiatan salat Id hingga selesai. Bupati juga akan menyampaikan sambutan lebaran pada kesempatan tersebut.

Usai salat, bupati akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat untuk menyampaikan ucapan lebaran sekaligus melakukan silaturahmi.”Selama ini bupati tak pernah membatasi jumlah hari pelaksanaan open house,” kata Mappasikra. Dan, dari pengalaman yang ada, kegiatan open house bisa berlangsung hingga sepekan.

Pasalnya, yang ingin berkunjung dan sekaligus silaturahmi dengan bupati, bukan saja hanya pejabat melainkan seluruh masyarakat yang ada di Tanjung Redeb, maupun yang datang dari kecamatan. Bupati selalu memberikan kesempatan yang luas bahkan menerima langsung kedatangan masyarakat di kediaman.

Hal serupa juga berlangsung di kediaman Wabup Ahmad Rifai, yang juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan ucapan lebaran. Di hari pertama lebaran, para pejabat dan warga berbaur menjadi satu, secara bergantian mengunjungi kediaman bupati, wakil bupati, ketua DPRD, Dandim 0902/TRD dan kediaman Sekkab yang kebetulan saling berdekatan. ”Ini memang suasana yang dinantikan oleh bupati dan wakil bupati; bertemu dengan masyarakat yang ingin menyampaikan ucapan lebaran dan saling silaturahmi,” pungkas Mappasikra.(hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

Pasar Sanggam Adji Dilayas Disesaki Warga

Sandang dan pangan menjadi kebutuhan yang sangat berarti bagi warga, apalagi menjelang lebaran. Beberapa pusat perbelanjaan pun dipenuhi para pengunjung untuk membeli keperluan dan kebutuhan selama memasuki Idulfitri. Tak terkecuali di Pasar Sanggam Adji Dilayas, yang merupakan pusat perbelanjaan warga masyarakat di empat kecamatan terdekat bahkan beberapa warga dari kecamatan terjauh.

H-2 hingga H-1 menjelang lebaran pun menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang ada di pasar basah dan kering yang menjual pakaian, sayuran hingga ikan dan daging. Jauh-jauh hari sebelumnya mereka menyediakan stok untuk keperluan warga. Hal ini dikatakan Haji Atang, salah seorang pedagang pakaian, saat ditemui di petaknya (17/8) kemarin pagi.

Dijelaskan Atang, jauh-jauh hari sebelumnya, ia sudah memasok beberbagai pakaian yang didatangkan dari Surabaya. Bahkan ia dan istrinya membuka dan melayani pembeli pada malam hari. Hal ini semata-mata untuk melayani keperluan warga untuk berbelanja sedangkan untuk harga diakuinya tidak terlalu mahal dan memberatkan pembeli untuk berbelanja. “Alhamdulillah, ini berkah tahunan, omzet yang kami dapatkan juga lumayan,”katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jamilah, salah seorang warga kecamatan Teluk Bayur. Menurutnya, soal harga memang ada kenaikan, namun itu tak jadi masalah asal barangnya ada. Dan wajar saja mengalami kenaikan sebab ini juga setahun sekali. “Saya rasa wajar saja kalau harganya ada kenaikan,”ungkapnya.

Di tempat yang sama, Daeng Jaga, salah seorang pedagang ikan, juga mengungkapkan, pada H-1 menjelang lebaran Idulfitri, permintaan dan intensitas jual beli pasti meningkat. Selain itu, penjualan menjelang lebaran tetap berlangsung, namun hanya segelintir para pedagang saja, sebab yang lainnya lebih memilih merayakan momen Idulfitri. (hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

PAMFIR Meriahkan Idulfitri

Parade Musik Idulfitri memang menjadi magnet tersendiri bagi kalangan pemusik didalam daerah, mereka akan menampilkan berbagai atraksi maupun olah panggung untuk memukau para penonton yang biasanya memadati lapangan pada lebaran Idulfitri hari ketiga.

Kegiatan seperti ini memang sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya, Kecamatan Teluk Bayur menjadi pusat keramaian berbagai muda-mudi bahkan sejumlah pengunjung dari berbagai kecamatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua KNPI Teluk Bayur Edy Djumantara (17/8) kemarin siang.

Dijelaskannya, sejauh ini berbagai persiapan telah dimatangkan, baik dari pengamanan lokasi hiburan, maupun pembangunan panggung yang nantinya digunakan untuk penampilan berbagai band-band lokal. “ semuanya sudah berjalan, dengan melibatkan seluruh pihak KNPI Teluk Bayur maupun warga, sebab ini kegiatan yang sudah menjadi tradisi tahunan,” katanya.

Diungkapkannya, acara tersebut merupakan gawean KNPI Teluk Bayur dan Karang Taruna setempat. Dengan menyuguhkan atraksi musik dari berbagai band-band lokal yang berkompetisi untuk mendapatkan predikat sebagai band terbaik. Ditambahkannya, acara seperti ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat terutama kalangan remaja yang menyaksikan penampilan peserta yang ikut berkompetisi.

Lebih lanjut, Edy berharap, kepada seluruh warga, para muda-mudi maupun pengunjung yang menyaksikan parade untuk menjaga ketenangan dan kemanan bersama-sama, sehingga suasana kondusif dapat betul-betul diciptakan dengan baik.(hms3)

Telah Dibaca: Kali

Belasan Yacht Singgahi Pulau Derawan - Persiapan Sail Derawan 2013

Written By iNFO BERAU on Jumat, 17 Agustus 2012 | 17.13

Tanda-tanda pelaksanaan Sail Derawan 2013 bakal terwujud, terus meyakinkan. Apalagi, rencananya ada 15 kapal jenis yacht (kapal layar untuk lomba) internasional akan menyinggahi pulau wisata tersebut. Kapal-kapal ini akan melakukan pelayaran laut dari Tawau, Malaysia Timur menuju Morotai, dalam agenda Sail Morotai tahun ini.

Rencana kehadiran kapal yacht tersebut, ditegaskan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Syahrin Abdurachman melalui suratnya yang disampaikan kepada Gubernur kaltim, tentang rencana Yacht Rally Sail Morotai 2012.

Kapal tersebut, setelah berangkat dari Tawau sekitar 25 Agustus nanti, akan mampir ke Tarakan sebagai entry point, lalu turut singgah ke Pulau Derawan. Diperkirakan tiba di Derawan awal September, dan bertahan selama 4 hari.

Dari jumlah yacht yang akan mampir di Derawan, akan membawa sebanyak 45 personel yang berasal dari berbagai negara. Di antaranya USA, Australia, Perancis, Inggris dan Jerman.

Kehadiran kapal ini, bisa dimanfaatkan oleh Pemkab di dalam mempromosikan wisata, termasuk sebagai salah satu langkah awal dalam mempersiapkan Berau selaku penyelenggara Sail Derawan 2013 mendatang.

Menyambut rencana itu, Bupati Berau Makmur HAPK, Wabup Ahmad Rifai dan Sekkab Jonie Marhansyah bersama SKPD terkait, menggelar rapat yang akan mempersiapkan penyambutan kunjungan yacht di Pulau Derawan.

Bupati mengharapkan, kehadiran ini selain untuk menyambut rencana pelaksanaan Sail Derawan, juga bisa dimanfaatkan untuk promosi wisata.

Khususnya wisata bahari. Bupati memerintahkan untuk membentuk tim, sekaligus langkah-langkah promosi yang akan disajikan.

Dan bila perlu, peserta Sail Morotai juga diajak melihat berbagai obyek wisata di Tanjung Redeb dan sekitarnya.

“Yang perlu dilakukan adalah langkah-langkah promosi terlebih dahulu. Sehingga para tamu yang datang mendapat informasi awal potensi wisata bahari yang dimiliki kabupaten Berau,” kata Makmur.

Dalam memastikan kunjungan itu, Bupati Makmur juga meminta beberapa instansi untuk mengikuti persiapan pelepasan peserta Sail Morotai di Tawau.

Harapannya agar personel yatch tersebut bisa mendapatkan informasi awal Pulau Derawan yang akan disinggahi, dalam perjalanan menuju Morotai. (hms2/che)

Telah Dibaca: Kali

PNS-Pensiunan Buka Puasa Bersama

Menjalin kebersamaan dengan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jonie Marhansyah menggelar buka puasa bersama di kediaman resminya, Rabu (15/8) lalu.

Selain dihadiri PNS dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kegiatan buka puasa bersama juga dihadiri pejabat, seperti Bupati Berau Makmur HAPK, Wakil Bupati Ahmad Rifai dan forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD).

Jonie Marhansyah mengungkapkan,kegiatan buka puasa bersama tersebut adalah agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

Tujuannya untuk menjalin silaturahmi, dengan momendiluar lingkungan kerja. Sekkab mengajak PNS untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai wadah introspeksi diri dengan makin mendekatkan diri kepada Allah SWT maupun dengan sesama.

“Kami juga berharap kepada PNS yang telah pensiun untuk tetap memberikan sumbanganpemikiran untuk kemajuan daerah,” ucapnya.

Kegiatan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah, juga dilengkapi dengan ceramah agama hikmah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. (hms4/che)

Telah Dibaca: Kali

90 Anak Yatim Mendapatkan Santunan

Momentum memperingati bulan suci Ramadan memang tidak lepas dengan berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya berbuka puasa. Bahkan memberikan berbagai santunan bagi anak yatim piatu. Hal seperti ini tidak hanya dilakukan oleh organisasi maupun perkumpulan umat beragama Islam saja, melainkan juga dari kalangan agama lain.

Intinya tetap satu, menjalin silaturahmi antar sesama, dan sekaligus berbagi untuk mereka yang memerlukan uluran tangan khususnya bagi anak-anak yatim piatu. Hal inilah yang disampaikan oleh dr Arbor Vitae Aeternae selaku ketua panitia Bakti Sosial Apotik Gamma (16/8) kemarin.

Dijelaskannya, kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun, dengan mengundang beberapa anak-anak yatim piatu yang berada di beberapa pondok asuhan di Kabupaten Berau. Untuk tahun ini, diakuinya hanya menggelar berbuka puasa bersama, dengan memberikan santunan bagi mereka.

“Ini wujud kepedulian kami, untuk saling berbagi dan mempererat tali silaturahmi, antar umat beragama,” jelasnya.

Ditambahkannya, tahun lalu pihaknya menggelar bakti sosial dengan melaksanakan sunatan masal. Untuk tahun ini, memang agak berbeda. Sebab momentumnya bertepatan dengan bulan puasa sehingga kegiatan bakti sosial dilaksanakan dengan berbuka puasa dan memberikan santunan.

Santunan ini diserahkan kepada 90 anak yatim piatu dari pondok asuhan Al-Kholil yang berada di Kecamatan Sambaliung.

“Setiap tahun memang agak berbeda, namun kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin kami,” pungkasnya. (hms3/che)

Telah Dibaca: Kali

Waspadai Daging Berformalin, Tim Sidak Kirim Sample ke Samarinda

Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Disprindagkop, Kejaksaan Negeri, Dinas Kesehatan dan Polres Berau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk mengetahui sejauh mana keamanan daging yang dijual di pasaran dan layak dikonsumsi oleh warga. Sidak yang dipimpin langsung Kepala Disnakeswan M Gazali ini dipusatkan di Pasar Sanggam Adji Dilayas kemarin pagi (15/8).

Menurut Gazali, sidak yang dilaksanakan memang rutin dilakukan setiap tahunnya. Bahkan ini sudah memasuki yang kedua kalinya dalam pelaksanaan baik memasuki bulan puasa hingga menjelang Idulfitri. “Kami terus pantau perkembangan daging termasuk dari segi kesehatannya,”katanya.

Dijelaskannya, H-3 menjelang lebaran kegiatan ini memang secara mendadak kami laksanakan, alasanya juga melihat tingginya permintaan daging dipasaran. Selain itu, kegiatan tersebut untuk mengetahui sejauh mana keamanan daging dan ayam yang dipasarakan para pedagang di pasat Sanggam Adji Dilayas. “Secara mendadak, kami langsung turun dengan tim gabungan,”jelasnya.

Diungkapkannya, dalam sidak tersebut pihaknya tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pedagang saja. Namun juga dilakukan kepada beberapa pengusaha penggilingan daging. Hal ini untuk melihat segi keamanan baik dari kontak biologi, bakteri virus dan kimiawi, serta kontak fisik termasuk tempat penyimpanan yang layak atau tidak.

“Semuanya kami periksa, baik pedagang daging dan ayam termasuk usaha penggilingan daging,”ungkapnya.

Ditambahkannya, kegiatan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap peredaran ikan, daging ayam dan sapi yang menggunakan zat berbahaya seperti boraks dan formalin. Dalam sidak tersebut, pihaknya tidak menemukan daging yang mengandung formalin, sementara untuk sampel yang sudah diambil kemudian akan dikirim ke Samarinda untuk diteliti lebih dalam. “Sidak ini rutin kita lakukan untuk menghindari peredaran daging yang mengadung zat berbahaya dan tak layak konsumsi,”pungkasnya.(hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

177 Anak Yatim Terima Santunan

Sebanyak 177 anak yatim piatu dari sejumlah kampung di Kabupaten Berau menerima santunan dari Yayasan Hubbul Yatama Walmasakin. Penyerahan dipusatkan di Kompleks Asrama Yayasan Hubbul Yatama Walmasakin, Jalan H Isa III Tanjung Redeb, Selasa (14/8) lalu. Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa dan salat tarawih berjamaah itu dihadiri sejumlah pengurus dan masyarakat di sekitar yayasan. “Mereka yang menerima santunan ini berasal dari Kampung Labanan Teluk Bayur, Kampung Bangun Kecamatan Sambaliung dan beberapa anak dari kampung lain,”ungkap Hadi Mustafa, selaku pengurus yayasan Hubbul Yatama Walmasakin.

Hadi Mustafa yang juga ketua Gapensi Berau mengungkapkan bahwa kegiatan penyerahan satunan sebagai tunjangan hari raya (THR) itu dilakukan setiap tahun. Setiap tahun jumlah penerima santunan juga terus berkurang, karena ada yang sudah tidak lagi masuk dalam tanggungan.

Anak yatim di sejumlah kampung tersebut juga akan diseleksi untuk selanjutnya dapat mengikuti pembinaan di kompleks yayasan, yang mulai tahun 2012 ini fasilitasnya terus dilengkapi. “Kami juga berupaya membantu biaya pendidikan kepada anak-anak ini di sejumlah sekolah hingga mereka beranjak ke usai 15 tahun,”ungkapnya. (hms4/jpnn/tom)

Telah Dibaca: Kali

Arus Mudik di Kalimarau Lancar

Kendati lonjakan penumpang sudah terlihat sejak Minggu (12/8) lalu, namun kondisi arus mudik melalui Bandar Udara Kalimarau masih terbilang normal. Jadwal penerbangan yang melayani rute dari dan ke Kalimarau masih berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Sejak awal Ramadan tidak ada terjadi perubahan jadwal penerbangan.

“Alhamdulillah semua masih berjalan normal. Kalau pun ada delay penerbangan, hanya sekitar 15 menit sampai setengah jam saja,”jelas Kepala Seksi Jasa Kebandarudaraan Bandar Udara Kalimarau, Budi Sarwanto, kepada media ini, Selasa (15/8).

Dijelaskan Budi, menghadapi arus mudik lebaran pihak otoritas Bandar Udara Kalimarau terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada seluruh penumpang maupun maskapai penerbangan. Sistem pengamanan di bandar udara juga diperketat dengan dilengkapinya pos pengamanan terpadu dari Polres Berau dan jajaran terkait dalam Operasi Ketupat 2012.

Secara umum, dikatakan Budi, lonjakan penumpang terjadi sejak libur sekolah dan diprediksi hingga H-1 lebaran mendatang. Dari laporan maskapai penerbangan seluruh seat telah habis dipesan. Jika seluruh penerbangan terisi penuh, dalam sehari ada sekitar 700 hingga 800 penumpang yang berangkat melalui Kalimarau. “Saat ini transportasi udara memang menjadi pilihan utama, karena jalur darat mengalami kerusakan,”ucapnya.

Untuk menghindari penumpukan penumpang di terminal, Budi menegaskan, pihak bandara telah mengatur jadwal penerbangan setiap maskapai. Meskipun tidak ada maskapai yang menambah jadwal penerbangan namun penumpukan akan mungkin terjadi jika ada pesawat yang delay. “Ini yang kita upayakan kepada setiap maskapai untuk menghindari delay, karena ruang tunggu terminal kita yang lama sudah tidak sebanding dengan jumlah penumpang,”tandasnya. (hms4/tom)

Telah Dibaca: Kali

Lebaran, SPBU harus Tetap Buka

Written By iNFO BERAU on Rabu, 15 Agustus 2012 | 13.52

Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai mengingatkan agar pemilik SPBU tetap membuka layanan saat Lebaran Idulfitri nanti. Karena dirinya yakin saat lebaran banyak masyarakat yang memerlukan bahan bakar.

“SPBU itu merupakan pelayanan umum, jadi harus tetap buka,” kata Rifai kemarin (14/8).

Jika pemilik SPBU tidak melayani pembelian bahan bakar dengan alasan lebaran, pemerintah daerah, kata Rifai, akan mengambil sikap tegas. Tapi dirinya tidak membeberkan sikap tegas seperti apa yang diambil pemerintah daerah terhadap pemilik SPBU yang tidak membuka layanan saat lebaran nanti.

Dirinya hanya kembali menegaskan agar pemilik SPBU memberikan pelayanan maksimal saat lebaran. “Bukan hanya pemilik SPBU, rumah sakit dan puskesmas pun harus tetap membuka pelayanan saat lebaran nanti,” ujarnya.

Disamping itu, Rifai juga mengimbau agar penjual eceran premium bersubsidi tidak mengambil kesempatan dengan menjual premium diatas harga yang ditoleransi pemerintah daerah – harga eceran premium bersubsidi yang ditoleransi Rp 6.000 per liter.

“Kalau tidak menjual Rp 6.000 per liter saya minta Satpol PP menertibkan,” ancam Rifai.

Diwartakan harian ini sebelumnya, sejak pekan kemarin harga eceran premium bersubsidi tidak lagi Rp 6.000 per liter. Bahkan kemarin premium bersubsidi eceran dijual hingga Rp 15 ribu per liter.

“Kalau memang sudah seperti itu saya minta Satpol PP segera menertibkan. Karena itu akan berdampak pada masyarakat yang memerlukan,” kata Rifai.

Untuk stok BBM selama lebaran, Rifai memastikan aman. Karena Pertamina diakuinya telah meminta Pemkab Berau untuk mengirim surat penambahan stok lebaran. “Kami sudah sampaikan suratnya, mungkin dalam proses,” ujar Rifai.(end)

Telah Dibaca: Kali

Sepekan Terakhir, Pelayanan Harus Maksimal

Written By iNFO BERAU on Selasa, 14 Agustus 2012 | 13.05

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jonie Marhansyah meminta seluruh aparatur di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, terutama sebelum cuti bersama Idul Fitri mendatang.

Ia meminta seluruh proses pelayanan bisa tuntas sebelum libur. Penegasan itu diungkapkan Sekkab melalui media ini, Senin (13/8) kemarin.

Imbauan ini tentunya tak hanya berlaku pada pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti proses perizinan dan sebagainya.

Namun, Sekkab juga meminta proses pengelolaan keuangan melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan (DPPKK) juga bisa selesai sesuai jadwal yang ditentukan.

Libur lebaran yang dilanjutkan cuti bersama selama 2 hari, dikatakan Jonie akan menghentikan proses birokrasi pemerintahan.

“Jangan sampai nanti ada masyarakat yang menunggu lagi setelah libur. Jadi saya minta maksimalkan pelayanan dalam sepekan ini,” tegasnya.

Sekkab juga mengingatkan kepada pegawai yang tetap bekerja disaat libur untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan.

Ia meminta pimpinan SKPD teknis yang tetap memberikan pelayanan selama liburan, tetap melakukan pengawasan.

Seperti pelayanan di rumah sakit maupun di puskesmas. Ia meminta pelayanan di rumah sakit tetap dimaksimalkan.

Ia meminta ada pengaturan jadwal yang tepat agar perawat maupun dokter yang bertugas juga bisa melaksanakan Lebaran dan juga tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan ini juga merupakan bagian dari ibadah, Jadi sesuai dengan tugas kita berikan layanan yang terbaik,” tandasnya. (hms4/che)

Telah Dibaca: Kali

Pedagang Keluhkan Peredaran Daging Beku

Menjelang Idulfitri, suasana di Pasar Sanggam Adji Dilayas semestinya makin tinggi perputaran uangnya. Namun di pasar daging, justru malah sepi dari pembeli. Kalaupun ada bisa dihitung jari. Sepinya pembeli ini mempunyai berbagai alasan,mulai akibat kenaikan harga jual, bahkan yang lebih mengejutkan disebabkan maraknya daging beku yang mulai beredar dengan harga yang murah.

Hal ini disampaikan Jamal, salah satu penjual daging sapi, saat ditemui (13/8) kemarin pagi.

Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya omzet lumayan meningkat, karena naiknya permintaa dari kalangan warga, pemilik rumah makan maupun restoran.

Mereka biasanya memasok stok daging untuk persediaan, meskipun harga jualnya lumayan tinggi antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogramnya.

“Pembeli daging sepi, jumlahnya tidak seperti tahun-tahun lalu,” katanya.

Dijelaskan Jamal, selama ini dalam menjual daging dia tidak pernah melanggar aturan, apalagi menjual daging yang tidak layak konsumsi.

Semuanya sesuai dengan prosedur baik dimulai dari karantina ternak, termasuk cara potong, semuanya melalui pemeriksaan kesehatan.

“Ini tidak lain, agar daging yang dijual betul-betul layak dikonsumsi oleh warga masyarakat,” jelasnya.

Terkait dengan maraknya peredaran daging beku, Jamal meminta kepada instansi terkait untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan.

Sebab ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut membuat warga resah, selain itu penjualan daging juga ikut merosot, karena harga jual daging beku tersebut lebih murah.

“Ini harapan kami sebagai penjual daging, instansi terkait perlu turun ke lapangan, melakukan pengecekan di beberapa tempat. Jangan di pasar saja,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penjualan daging beku ini dipasok dari luar daerah, dengan nilai jual di bawah dari harga pasaran. Selain itu yang perlu dicermati adalah tingkat kesehatannya, jenis hewannya, halal atau tidak daging yang dijual tersebut.

“Sekarang kembali ke warga, mau beli dengan harga murah namun risikonya besar atau sedikit mahal namun layak untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (hms3/che)

Telah Dibaca: Kali

Antisipasi Kunjungan Wisata Derawan

Usai Idulfitri, pulau Derawan menjadi salah satu pilihan warga untuk menikmati liburan. Bukan hanya warga dari Tanjung Redeb, namun banyak warga yang datang dengan menggunakan angkutan darat dari Malinau dan Bulungan.

Sedangkan wisatawan yang dari Tarakan, langsung menggunakan angkutan laut.

Menurut Camat Pulau Derawan Zulfikar, kunjungan tersebut memerlukan pengaturan khusus. Terutama penempatan kendaraan di Tanjung Batu.

Selain itu, penataan angkutan laut terutama kelengkapan alat keselamatan harus diperhatikan dan diawasi.

”Penumpang juga harus berani menegur, bila ditemukan speedboat tidak menyediakan alat keselamatan,” kata Zulfikar.

Khusus layanan selama berada di Pulau Derawan, ia juga sudah melakukan koordinasi dengan kepala kampung, agar memberikan pelayanan kepada seluruh pengunjung pulau.

Juga meminta kepada pengelola home stay maupun pemilik rumah makan, agar memberikan layanan yang baik. ”Jaga kualitas serta memberikan layanan yang baik kepada pengunjung harus utama,” tambahnya. (hms3/che)

Telah Dibaca: Kali

Dilarang Tinggalkan Tempat Bertugas

Written By iNFO BERAU on Senin, 13 Agustus 2012 | 14.22

Bupati Minta Camat Rayakan Idulfitri bersama Masyarakat - Bupati Berau Makmur HAPK menginstruksikan kepada seluruh camat untuk tidak meninggalkan tempat bertugas saat perayaan Idulfitri 1433 H mendatang. Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu meminta camat merayakan lebaran bersama masyarakat di wilayahnya masing-masing. Intruksi itu disampaikan Makmur kepada media ini beberapa waktu lalu.

Menurut Makmur, Camat adalah pejabat tertinggi di tingkat kecamatan. Sehingga ia berharap kebersamaan camat dengan masyarakat dapat memberikan makna tersendiri. “Jadi tidak hanya pada kegiatan rutinitas pelayanan di kantor saja. Tetapi kebersamaan saat merayakan hari raya juga harus dijalankan,”ungkapnya.

Kebersamaan aparatur pemerintah dengan masyarakat di saat acara-acara keagamaan, dikatakan Makmur, juga bagian dari menjalankan program dan kegiatan pemerintah. Aspirasi masyarakat, tidak hanya diterima saat di lingkungan kerja, tetapi juga diterima saat terjun ke lapangan.

Selain untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, keberadaan camat di tempat tugas juga dapat memantau situasi wilayah kerjanya sebelum dan setelah lebaran.

Makmur juga menyarankan camat untuk menggelar open house untuk memberikan kesempatan masyarakat yang ingin bertemu dengan pejabat di kecamatan. Sebagai kepala daerah, ditegaskan Makmur, bahwa dirinya juga akan melaksanakan perayaan Idulfitri bersama masyarakat Berau dan menggelar open house di kediaman resminya. “Kegiatan ini juga bagian dari silaturahmi kita dengan masyarakat,”tandasnya. (hms4/tom)

Telah Dibaca: Kali

BAZ Antisipasi Tumpang Tindih Penyaluran Zakat

Guna memberikan pemahaman terhadap penyaluran zakat, Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Berau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendistribusian Zakat. Rakor tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kakaban Pemkab Berau dengan melibatkan seluruh pengurus masjid, surau, ketua RT serta beberapa kepala kampung kemarin siang (12/8).

Ketua BAZ Berau Burhanuddin Harahap mengatakan, rakor dilakukan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan pada pembagian zakat, dengan tujuan pokok tidak terjadi kesenjangan antara penyalur dan penerima. “Ini salah satu dari tujuan adanya rakor tersebut sehingga ke depan semuanya dapat memahami termasuk seluruh pengurus,”katanya.

Selain itu, dijelaskan Burhanuddin, setelah rakor ini diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran karena kurangnya koordinasi antara pihak penyalur serta bagian pendataan di wilayah masing-masing. Kekhawatiran seperti itu, menurutnya, pernah terjadi tahun lalu, yang mana si penerima zakat mendapatkan jatah dari berbagai wilayah lain padahal hal tersebut tidak boleh terjadi.

“Ke depan dalam penyaluran zakat harus saling berkoordinasi, termasuk memverifikasi data-data penerima, jangan sampai tumpang tindih,”jelasnya. “Lewat rakor ini juga seluruh pengurus bahkan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) diharapkan sudah paham. Dengan demikian, Insya Allah, tumpang tindih zakat tidak terjadi lagi, dan saya berharap setiap pengurus UPZ betul-betul dalam menyalurkannya.”

Ditambahkan Burhanuddin, dalam proses penyaluran nanti BAZ tetap berperan dengan melakukan koordinasi kepada seluruh UPZ yang ada di empat kecamatan terdekat. BAZ juga akan menutupi kekurangan apabila ada warga yang belum mendapatkan zakat di setiap wilayah kecamatan. “Kalau ada kekuarangan BAZ siap menutupi, khususnya dalam pendistribusian zakat yang akan dilakukan,”tukasnya.(hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

DPRD Minta Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga

Written By iNFO BERAU on Sabtu, 11 Agustus 2012 | 11.22

Meski harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran khususnya di Kabupaten Berau jelang Lebaran terbilang masih stabil, namun tidak menutup kemungkinan terjadi lonjakan hargasecara tiba-tiba. Ini jika dilihat dari pengalaman di tahun sebelumnya.

Atas dasar itulah, DPRD Kabupaten Berau meminta Dinas Koperasi,Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau melakukan antisipasi lonjakan harga sembilan bahanpokok (Sembako). Apalagi, kerap muncul dugaan adanya ulah oknum spekulan yang memanfaatkan momen puasa dan Lebarandengan menimbun stok sembako.

Anggota Komisi II DPRD Berau Hj Popiyanti menegaskan, Diskoperindag sedianya sudah mulai melakukan operasi pasar dan melakukan pemantauan harga. Sehingga antisipasi me rangkaknya harga kebutuhan pokok jelang lebaran nantisudah dilakukan sejak dini.

Dikatakannya, jika tidak sedini mungkin, tidak menutup kemungkinan harga sejumlah komoditi terutama kebutuhan pokok yang biasanya diperlukan saat lebaran akan mengalami lonjakan harga.

Sebab kata dia, ini bercermin dengan pengalaman-pengalaman di tahun sebelumnya dimana setiap tahun menjelang lebaran, ada saja kebutuhan pokok yang mengalamikenaikan harga.

“Kalau tidak segera mengambil langkah antisipasi, khawatirnya harga kebutuhan pokok merangkak naik dan ini akan menambah beban masyarakat. Apalagi kebutuhan masyarakat saat Lebaran meningkat. Sehingga jumlah permintaan dipasaran pun juga meningkat, yang tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh spekulan melakukan permainan harga,” jelasnya.

Menurutnya, terjadinya lonjakan harga jelang Lebaran sudah menjadi tradisi. Tidak hanya di Berau, tapi juga terjadi di daerah lain. Untuk itu, instansi terkait harus peka menanggapi persoalan ini.

“ Kalau instansi terkait segera mengambil tindakan tentunya persoalan ini bisa diatasi,” kata politisi Gerindra ini.

Selain itu, anggota DPRD Berau yang duduk di komisi II membidangi perekonomian dan pedagangan ini, mengingatkan agar Diskoperindag juga melakukan pemantauan persediaan kebutuhan pokok di sejumlah distributor dan agen penyalur yang ada di Berau. Ia khawatir, akibat tingginya jumlah permintaan di pasar, berakibat sejumlah kebutuhan kehabisan stok.

“Khusus sembako, itu yang dikhawatirkan mengalami kelangkaan. Apalagi jelang lebaran, tidak menutup kemungkinan ada upaya yang dilakukan oknum tertentu menimbun kebutuhan pokok,” terangnya.

“Asalkan ada upaya untuk melakukan antisipasi dan instansi terkait giat melakukan pemantauan di sejumlah pasar, hal ini pasti bisa teratasi,” harapnya. (adv/che)

Telah Dibaca: Kali

Bazda Berau serap 31 ton beras

Written By iNFO BERAU on Jumat, 10 Agustus 2012 | 21.36



Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Berau hingga kiini telah menyerap 31 ton lebih beras petani di Kampung Buyung Buyung dan Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.

"Dua kampung yang berpotensi sebagai penghasil beras ini merupakan mitra Bazda, sehingga petani tidak kesulitan memasarkan beras dengan harga bersaing," ungkap Sekretaris Bazda Berau Mutamam Harir SSos di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, Minggu.

Dua mitra Bazda, kata Mutamam, lantaran memiliki kualitas beras yang cukup bagus yang kemudian dibagikan kepada musthahik (penerima bantuan).

Namun seiring waktu berjalan, kemungkinan mitra Bazda akan bertambah, yakni petani di beberapa kecamatan.

Jumlah 31 ton beras yang dibeli dengan harga Rp7.500 per kg dari petani, kata Mutamam, merupakan serapan beras mulai bulan Januari hingga Juli 2012.

"Cara ini paling efektif dalam membantu petani memasarkan hasil produksi berasnya, hal ini merupakan penjabaran visi dan misi BAZ Berau yang bertujuan untuk membantu dan menyejahterakan masyarakat yang tidak mampu," katanya.

Visi Bazda Kabupaten Berua seabagai lembaga yang amanah dan terpercaya serta profesional dalam pengelolaan zakat, Infaq dan Shadaqah.

Sedangkan misinya memaksimalkan peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Berau memalui sinergi dan koodinasi dengan lembaga terkait.

Sementara itu, petani melalui Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Berau langsung mengirim beras ke Bazda Berau.

"Kita mengirim sesuai pesanan BAZ, pada tahun lalu beras kami berhasil diserap 17 ton," kata Ketua KTNA Berau Mukalal.

"Langkah Baz cukup tepat karena menguntungkan masyarakat petani yang rata rata ekonominya pas pasan, terutama petani di Labanan Jaya Kecamatan Teluk Bayur," kata Mukalal.

Mukalal menyebutkan bahwa petani sebelumnya hanya mampu menghasilkan Rp1 Milliar dari hasil panen padi di lahan 300 hektare di wilayah Labanan.

"Kini penghasilan menjadi dua kali lipat berkat adanya pembelian beras oleh Bazda Berau, saat ini kami kewalahan memenuhi kebutuhan beras lokal. Berkat bantuan pemerintah dan Bazda Berau. Pembelian beras oleh Bazda menjadi penyemangat petani Berau yang terus berupaya meningkatkan hasil produksinya," kata Mukalal.
(HDA/A041) antaranews.com

Telah Dibaca: Kali

Bupati Berau: Tidak Ada THR Bagi PNS di Berau



Bupati Berau Makmur kembali menegaskan tidak ada alokasi anggaran tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai negeri sipil di tahun ini. Karena di dalam aturan pun sudah menegaskan pegawai tidak diperbolehkan menerima THR.

Kendati demikian pegawai di lingkungan Pemkab Berau tidak perlu merasa khawatir menghadapi Lebaran Idulfitri tahun ini. Pasalnya Pemkab Berau telah menyiapkan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) sebagai ganti THR yang rencananya diberikan paling lambat satu minggu sebelum lebaran.

“Rasanya (TPP, Red) Rp 1,5 juta,” sebut Makmur, saat ditemui sejumlah wartawan di kantornya kemarin (9/8).

Besaran TPP itu tidak diatur berdasarkan golongan. Seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Berau menerima TPP sebesar Rp 1,5 juta, sekalipun pejabat eselon. “Rata semuanya dapat Rp 1,5 juta. Tidak diatur lagi sesuai golongan atau eselon,” tegasnya.

TPP sebesar Rp 1,5 juta itu dianggapnya wajar, meskipun ada pemerintah daerah yang memberi TPP dibawah Rp 1 juta kepada pegawainya. Sepanjang keuangan pemerintah daerah dianggap mampu, pemberian TPP dianggap Makmur tidak menyalahi aturan.

Memang pemerintah pusat pun memberikan kebebasan kepada daerah yang mempunyai anggaran lebih untuk memberikan tunjangan menjelang lebaran. Namun pemberian tunjangan itu harus dalam ranah kepatutan dan kewajaran agar tidak menimbulkan kewajaran.

“Kalau tidak berdasarkan aturan tidak mungkin juga diberikan. Apalagi ini kan satu tahun sekali,” ujar Makmur.

Ia juga menyatakan setuju-setuju saja dengan pemberian TPP sebesar Rp 1,5 juta kepada pegawai negeri di daerah ini. Tapi yang perlu diingat dari pegawai, kata dia, adalah peningkatan kinerja.

Dengan tunjangan-tunjangan maupun insentif yang diberikan pemerintah daerah kepada pegawai, sudah seharusnya pegawai meningkatkan kinerja dan memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Apalagi saat ini tuntutan masyarakat terhadap pelayanan diakui Makmur sungguh luar biasa. “Pegawai tidak boleh lagi berdiam diri. Kalau ada kritikan harus segera dibenahi,” pesannya.

Karena itulah dirinya mengharapkan agar pegawai negeri di lingkungan Pemkab Berau mulai berbenah dan meningkatkan kinerja. Karena pemerintah daerah akan terus memperhatikan kesejahteraan bagi pegawai-pegawai yang menunjukkan kinerja baik.

“Saya juga mengharapkan TPP ini bisa dmanfaatkan dengan baik untuk kepentingan keluarga,” ujarnya. (end)

Telah Dibaca: Kali

Jelang Lebaran Kebutuhan Daging Melonjak - Keuntungan Pedagang Sapi Ikut Meningkat

Kebutuhan daging sapi menjelang Lebaran mulai mengalami meningkat. Tingginya permintaan komoditas ini pun menjadi ladang rezeki tersendiri bagi para pengusaha maupun pedagang yang bergerak dalam jual beli sapi. Oleh karena itu para pedagang mulai memasok sapi-sapi dari luar daerah ke Berau. Alasannya pun beragam selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, juga sebagai persedian atau stok menjelang hari raya kurban.

Hal ini juga terlihat di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tanjung Redeb yang tidak pernah sepi dari kedatangan sejumlah ternak dari Sulawesi dan Jawa sejak dua pekan terakhir. Menurut Asriansyah, salah satu pedagang sapi, selama bulan puasa dan menjelang Idulfitri hampir 50 ekor sapi didatangkannya. Selain berasal dari luar daerah, pihaknya juga membeli ternak di dalam daerah khususnya di wilayah kecamatan pesisir. “Kalau memang ada keterlambatan datang, kami beli dari para peternak yang ada di sini,”katanya kemarin.

Dijelaskan Asriansyah, untuk sekali order, biasanya menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta, ini pun melihat dari tingginya harga jual dari peternak. Rata-rata harga di pasaran bisa mencapai sekitar Rp 7 hingga Rp 11 juta per ekor, seperti sapi Donggala dan sapi Bali. Ditambahkannya, untuk mendatangkan ternak pihaknya juga melengkapi beberapa dokumen penting. “Kami tetap ikuti prosuder yang ada, yang menjadi kewenangan instansi,”jelasnya.

Diungkapkannya, soal keuntungan dalam penjualan sapi ini sangat lumayan, sebab harga daging lumayan melonjak saat mendekati lebaran yakni antara Rp 100 hingga Rp 150 ribu per kilogramnya. Dalam satu bulan Asriansyah mampu meraih keuntungan bersih sekitar Rp 90 sampai 100 juta. “Ini di luar gaji 6 orang karyawan yang membantu, baik dalam pemotongan maupun perawatan hingga penjualan,”ungkapnya. (hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

Banyak Temukan Makanan Kedaluwarsa - Tim Gabungan Razia ke Toko dan Supermarket



Kendati sudah sering melakukan sosialisasi, namun sejumlah pedagang masih saja ketahuan bertindak nakal dengan memajang produk yang kedaluwarsa. Hal itu diketahui saat tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag), dan Polres Berau melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (9/8). Tidak hanya produk yang kedaluwarsa, produk makanan dengan kemasan yang rusak juga masih dijual.

Tim gabungan ini mengawali operasi dari salah satu minimarket di Jalan Durian III Tanjung Redeb. Di sini petugas menemukan produk makanan kemasan yang rusak, seperti kaleng susu kental yang penyok dan susu kotak yang sudah sobek. “Produk seperti tidak boleh dipajang,”ungkap salah seorang petugas Dinas Kesehatan, yang langsung mengumpulkan kemasan rusak tersebut.

Dari Jalan Durian III, tim gabungan yang dikawal belasan anggota Satuan Samapta bergerak ke kawasan Jalan Pulau Panjang. Tak hanya supermarket yang jadi sasaran. Toko yang menjual bahan pokok juga didatangi petugas. Alhasil, di salah satu toko di jalan tersebut ditemukan produk kedaluwarsa, mulai minuman segar hingga permen. Seluruh produk itu langsung disita petugas.

Sidak terus berlanjut di toko dan supermarket lain, seperti di Jalan Teuku Umar, Jalan AKB Sanipah dan Jalan Jenderal Sudirman. Dari seluruh toko yang didatangi petugas hampir keseluruhan ditemukan adanya produk yang kemasannya rusak namun tetap dipajang.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan dr Andrias menegaskan bahwa razia dilakukan untuk mengawasi makanan dan minuman yang beredar menjelang hari raya Idulfitri. Kegiatan tersebut akan terus berlanjut secara berkala. Tidak hanya supermarket dan toko yang menjadi sasaran namun sidak dilakukan di pasar hingga rumah makan. “Kita akan lakukan ini secara rutin bersama tim gabungan,”jelasnya.

Disinggung soal tindakan terhadap pedagang yang ditemukan melanggar, ditegaskan Andrias, kalau pihaknya baru sebatas memberikan pembinaan. Namun bagi mereka yang telah kedapatan untuk kesekian kalinya akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. “Kalau yang memang sudah berulang kali akan kita tindak sesuai ketentuan dan ini ditangani Polres,”tandasnya. (hms4/tom)

Telah Dibaca: Kali

Entri Populer This Week

 
Support : Creating Website | iNFO BERAU
Copyright © 2011. iNFO BERAU - All Rights Reserved
Info yang ada di Blog Ini dikutip dari: