Headlines News :
HOME » » Waspadai Daging Berformalin, Tim Sidak Kirim Sample ke Samarinda

Waspadai Daging Berformalin, Tim Sidak Kirim Sample ke Samarinda

Written By iNFO BERAU on Jumat, 17 Agustus 2012 | 04.49

Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Disprindagkop, Kejaksaan Negeri, Dinas Kesehatan dan Polres Berau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk mengetahui sejauh mana keamanan daging yang dijual di pasaran dan layak dikonsumsi oleh warga. Sidak yang dipimpin langsung Kepala Disnakeswan M Gazali ini dipusatkan di Pasar Sanggam Adji Dilayas kemarin pagi (15/8).

Menurut Gazali, sidak yang dilaksanakan memang rutin dilakukan setiap tahunnya. Bahkan ini sudah memasuki yang kedua kalinya dalam pelaksanaan baik memasuki bulan puasa hingga menjelang Idulfitri. “Kami terus pantau perkembangan daging termasuk dari segi kesehatannya,”katanya.

Dijelaskannya, H-3 menjelang lebaran kegiatan ini memang secara mendadak kami laksanakan, alasanya juga melihat tingginya permintaan daging dipasaran. Selain itu, kegiatan tersebut untuk mengetahui sejauh mana keamanan daging dan ayam yang dipasarakan para pedagang di pasat Sanggam Adji Dilayas. “Secara mendadak, kami langsung turun dengan tim gabungan,”jelasnya.

Diungkapkannya, dalam sidak tersebut pihaknya tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pedagang saja. Namun juga dilakukan kepada beberapa pengusaha penggilingan daging. Hal ini untuk melihat segi keamanan baik dari kontak biologi, bakteri virus dan kimiawi, serta kontak fisik termasuk tempat penyimpanan yang layak atau tidak.

“Semuanya kami periksa, baik pedagang daging dan ayam termasuk usaha penggilingan daging,”ungkapnya.

Ditambahkannya, kegiatan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap peredaran ikan, daging ayam dan sapi yang menggunakan zat berbahaya seperti boraks dan formalin. Dalam sidak tersebut, pihaknya tidak menemukan daging yang mengandung formalin, sementara untuk sampel yang sudah diambil kemudian akan dikirim ke Samarinda untuk diteliti lebih dalam. “Sidak ini rutin kita lakukan untuk menghindari peredaran daging yang mengadung zat berbahaya dan tak layak konsumsi,”pungkasnya.(hms3/tom)

Telah Dibaca: Kali

Artikel Terkait

Share this article :

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi.
Jangan menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.
Mau tinggalkan Link juga boleh.
 
Support : Creating Website | iNFO BERAU
Copyright © 2011. iNFO BERAU - All Rights Reserved
Info yang ada di Blog Ini dikutip dari: