Headlines News :
HOME » » Jalan Sultan Agung Akan Dijadikan Dua Jalur

Jalan Sultan Agung Akan Dijadikan Dua Jalur

Written By iNFO BERAU on Jumat, 17 Agustus 2012 | 04.43

Luas jalan yang berada pada poros tepi Sungai Segah, dalam jangka panjang, diprediksi tak mampu lagi menahan kendaraan yang akan terus bertambah. Untuk mengatasi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) berencana membangun jalan dengan dua jalur khususnya di Jalan Sultan Agung.

Menurut Kadis PU Taupan Majid, pesatnya jumlah kendaraan akibat aktivitas perekonomian yang berkembang dengan cepat membuat panjang jalan tak mampu mengakomodasi seluruh pergerakan kendaraan. Apalagi, jalan sepanjang tepian Sungai Segah sudah dinyatakan sebagai daerah rawan bencana sehingga bebannya harus dikurangi.

Salah satu pilihan mengatasi kepadatan kendaraan, menurut Taupan, yakni membangun dua jalur di Jalan Sultan Agung. ”Kita sedang melakukan program untuk menjadikan Jalan Sultan Agung menjadi dua jalur,” kata Taupan. Keberadan jalan tersebut dinilai sangat penting jika melihat kesibukan kendaraan yang hampir 24 jam lewat tanpa henti dengan berbagai ukuran.

Jalan Sultan Agung, menurut dia, juga merupakan akses langsung menuju Banda Udara Kalimarau melewati jalan lingkar di kilometer lima, Teluk Bayur. ”Jalan ini menjadi urat nadi bagi kendaraan perusahaan maupun kendaraan yang mengangkut kelapa sawit dari pesisir pantai menuju kecamatan Segah,” tambahnya. Kondisi inilah yang mendesak untuk segera menjadikannya menjadi dua jalur.

Selain itu, jalan ini juga berfungsi mengalihkan kendaraan ukuran tertentu, agar tidak lagi melewati tepian Sungai Segah. Khusus jalan di tepian Sungai Segah diperuntukkan bagi kendaraan kecil dan roda dua. Akses jalan tembus lainnya, juga akan dibuka sebagai alternatif bagi pengendara roda dua yang jumlahnya ribuan. Khususnya para karyawan perusahaan tambang.

Melihat beban yang kemungkinan akan lewat jalan ini, Taupan berencana membangun jalan dengan menggunakan konstruksi beton dan tidak lagi menggunakan aspal. Menurutnya, secara ekonomis, jalan beton memiliki nilai ekonomis mencapai 20 tahun tanpa pemeliharaan. ”Saya pikir ini yang lebih tepat, dengan menggunakan konstruksi beton,” kata Taupan. (hms2/tom)

Telah Dibaca: Kali

Artikel Terkait

Share this article :

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi.
Jangan menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.
Mau tinggalkan Link juga boleh.
 
Support : Creating Website | iNFO BERAU
Copyright © 2011. iNFO BERAU - All Rights Reserved
Info yang ada di Blog Ini dikutip dari: